Korban Tewas Kebakaran Hutan California Menjadi 42 Orang

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 13:57 WIB
Korban Tewas Kebakaran Hutan California Menjadi 42 Orang Proses evakuasi korban kebakaran hutan di California. (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan di California bertambah menjadi 42 orang. Sebagian besar korban tewas ditemukan di Kota Paradise.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (13/11), Sherif Butte County, Kory Honea mengatakan mereka kembali menemukan 13 korban jasad. Honea juga mengerahkan 13 tim pencarian dan paramedis untuk membantu pencarian korban lebih lanjut.

Petugas keamanan juga menggunakan anjing pelacak untuk menemukan jenazah korban tewas.
Ia mengatakan bahwa jumlah orang hilang yang terdaftar sebanyak 228 orang. Namun, kantornya menerima lebih dari 1.500 permintaan untuk mencari seluruh warga dan kerabat keluarga yang hilang dalam kebakaran hutan dan lahan itu.


Saat ini, kantornya berhasil mengkonfirmasi sebanyak 231 kasus yang menemukan orang-orang yang selamat.

Kebakaran ini menghancurkan lebih dari 7.100 rumah dan bangunan lainnya di pegunungan Sierra, Nevada. Insiden itu dicatat sebagai kebakaran paling besar dan mematikan dalam sejarah di California.

Kebakaran ini juga melampaui rekor jumlah kematian sejak kebakaran hutan di Taman Griffith pada 1993.

Selama akhir pekan ini, pihak berwenang juga menemukan dua orang tewas dalam kebakaran dan 370 bangunan hancur serta 200 ribu orang terlantar di wilayah Malibu, California Selatan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendeklarasikan kebakaran ini sebagai bencana besar di California. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Gubernur California, Jerry Brown agar bantuan darurat federal bisa tersalurkan ke daerah-daerah.

Angin kencang membuat api menyebar dengan intensitas yang tidak menentu, sehingga petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkan api.
Wali Kota Paradise, Jody Jones juga menceritakan bagaimana keluarganya mengungsi dari rumah mereka saat api mencapai wilayah itu.

"Itu sangat menakutkan. Butuh waktu lama untuk keluar. Ada api di kedua sisi mobil. Anda bisa merasakan panas yang masuk melalui mobil," kata dia kepada CNN.

Saat ini, Jones dan keluarganya tinggal di dalam mobil yang diparkir di lahan kosong. (cin/ayp)