Vatikan Minta Uskup AS Tunda Reformasi Terkait Pelecehan Seks

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 13:40 WIB
Vatikan Minta Uskup AS Tunda Reformasi Terkait Pelecehan Seks Pimpinan Takhta Suci Gereja Katolik Vatikan, Paus Fransiskus. (REUTERS/Giampiero Sposito)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pemimpin keuskupan di Amerika Serikat akan menggelar pemungutan suara untuk reformasi organisasi, terkait pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor di gereja pada Senin (12/11). Namun, Pimpinan Gereja Katolik di Vatikan justru meminta AS untuk menunda langkah itu.

Kardinal Daniel DiNardo mengumumkan bahwa para pemimpin uskup AS menerima perintah dari Vatikan untuk menunda pemungutan suara itu, hingga pertemuan secara global yang membahas pelecehan seksual di Roma pada Februari mendatang.

"Kami bekerja sangat keras untuk bertindak. Dan kami akan melakukannya. Kami hanya mengalami benturan saja di jalan," kata dia dengan nada kecewa saat konferensi pers di Baltimore, Maryland, seperti dilansir AFP, Selasa (13/11).
Uskup Agung Chicago, Kardinal Blase Cupich mengatakan perintah Vatikan itu untuk memastikan keputusan yang diambil AS diberitahukan setelah mendengarkan pendapat uskup dari seluruh dunia. Namun, dia juga meminta keputusan soal reformasi itu tetap harus secara informal menjelang pertemuan pada Februari mendatang.


"Jelas bahwa Takhta Suci mengakui urgensi masalah ini dan menempatkannya menjadi sangat penting pada pertemuan mendatang. Mereka memahami bahwa krisis saat ini tidak terbatas pada satu atau beberapa negara, namun itu adalah momen yang menentukan bagi gereja," kata Cupich.

Pemungutan suara ini dilakukan setelah adanya berbagai kritik keras atas penanganan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor gereja katolik.

Pada Oktober lalu, Konferensi Waligereja AS telah mengumumkan beberapa langkah-langkah utama yang harus dilakukan untuk mengatasi hal itu.

Para pemimpin uskup AS mengusulkan adanya kode etik baru, mekanisme siaga, dan komite investigasi yang dipimpin oleh orang-orang yang bukan berasal dari anggota gereja katolik di AS. Hal ini untuk mengusut pelecehan seksual dilakukan para pastor.
Pada Agustus lalu, laporan menyeluruh satu dewan juri pengadilan menyatakan sebanyak 300 pastor di Pennsylvania melakukan pelecehan seksual terhadap seribu anak kecil.

Laporan itu juga menggambarkan gereja secara aktif berusaha menutupi berbagai kasus pelecehan seksual dan melindungi para pelaku.

Kardinal Donald Wuerl, seorang uskup dari Pittsburgh sejak 1988 hingga 2006, berulang kali disebut sebagai salah satu pemimpin gereja yang membantu untuk menutupi skandal tersebut.

Pada Juli lalu, Kardinal Theodore McCarrick di Washington mengundurkan diri dari Vatikan College of Cardinals karena tuduhan pelecehan seksual terhadap remaja yang terjadi pada lima dekade sebelumnya.

Pada Oktober lalu, Konferensi Waligereja AS menyediakan saluran telepon pengaduan (hotline) untuk melaporkan adanya pelecehan seksual yang dilakukan oleh pastor gereja.
Berdasarkan laporan dari kelompok Bishop Accountability, sekitar 6.721 pastor telah dituduh melakukan pelecehan seksual di AS sejak 1950 hingga 2016. Jumlah korban dari pelecehan itu sekitar 18.565 anak. (cin/ayp)