Myanmar Tahan 100 Orang Rohingya di Yangon

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 16:46 WIB
Myanmar Tahan 100 Orang Rohingya di Yangon Ilustrasi kapal Rohingya. (Reuters/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas imigrasi Myanmar menahan 106 orang Rohingya yang menaiki kapal di Kyauktan, Yangon, Jumat (16/11).

Seorang petugas imigrasi, Kyaw Htay, mengatakan bahwa para Rohingya itu ditahan di Yangon pada Jumat pagi. Petugas menduga para Rohingya itu berasal dari Rakhine.

"Ada kemungkinan mereka berasal dari Rakhine. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mungkin mereka kaum Rohingya dari Rakhine," kata, seorang petugas imigrasi, kepada Reuters.
Seorang anggota parlemen, Aye Mya Mya Myo, mengonfirmasi kabar ini dengan mengunggah foto sebuah perahu berisi 50 pria, 31 perempuan berjilbab, 25 anak-anak, pada akun Facebook pribadinya.


Menurut Aye, kapal tersebut serupa dengan yang biasa dipakai Rohingya untuk melarikan diri dari Rakhine.

Selama beberapa tahun belakangan, banyak Rohingya yang mengalami penyiksaan dan diskriminasi di Rakhine kabur ke berbagai wilayah lain.
Ketika musim badai sudah berlalu, mereka biasanya menempuh jalur laut untuk menuju Thailand. Namun menurut sejumlah pengamat, jalur laut itu terlalu berbahaya sehingga kini banyak Rohingya yang mulai menggunakan rute melalui Teluk Bengali menuju Yangon.

Penangkapan ini dilakukan di tengah kesimpangsiuran nasib Rohingya setelah proses pemulangan mereka dari Bangladesh batal karena situasi di Rakhine dianggap belum kondusif.

Pada pekan lalu, para pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa puluhan orang Rohingya yang berada di Bangladesh melarikan diri menggunakan kapal dan menuju ke Malaysia.
Lebih dari 700 ribu muslim Rohingya melarikan diri dari serangan genosida militer di Myanmar pada tahun lalu menuju Bangladesh.

Para pengungsi Rohingya mengatakan bahwa warga Buddha dan tentara di Rakhine membunuh keluarga mereka, membakar ratusan desa, dan melakukan pemerkosaan secara massal.

Myanmar menyangkal semua tuduhan itu dan mengatakan bahwa tentara Myanmar sedang memerangi "teroris." (cin/has)