Militer AS Akui Kelompok Taliban Belum Bisa Dikalahkan

CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 15:45 WIB
Militer AS Akui Kelompok Taliban Belum Bisa Dikalahkan Ilustrasi petempur Taliban di Afghanistan. (REUTERS/Parwiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak menyerbu Afghanistan 17 tahun lalu, ternyata Amerika Serikat masih kesulitan menundukkan Taliban. Kelompok itu dianggap musuh lantaran mendukung organisasi teror Al Qaidah dan mendiang pemimpinnya, Usamah bin Ladin.

Pejabat militer Amerika Serikat menyebut kelompok Taliban di Afghanistan belum sepenuhnya belum kalah. AS mengakui masih banyak hal yang harus dilakukan untuk membawa perdamaian ke negara itu.

"Mereka belum kalah sekarang, saya pikir itu adil untuk dikatakan," kata Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford, saat berdiskusi di forum keamanan di Halifax, Kanada, seperti dilansir CNN, Senin (19/11).
"Kami bertemu jalan buntu pada tahun lalu, dan kami relatif mengajak berbicara, hal itu tidak banyak berubah," kata dia menambahkan.


Dunford menyatakan sementara ini tidak akan pernah ada jalan keluar dengan jalan militer untuk membawa perdamaian ke Afghanistan. Ia menyebut AS dan NATO akan bekerja untuk meningkatkan tekanan politik, dan ekonomi untuk meyakinkan kelompok Taliban.

"Tanpa menyebutkan rinciannya di sini, kami yakin Taliban tahu bahwa pada titik tertentu mereka harus melakukan rekonsiliasi," kata dia.

"Kunci keberhasilan ini adalah menggabungkan seluruh tekanan itu untuk memberikan waktu yang insentif kepada Taliban untuk bernegosiasi."

Mantan Duta Besar AS untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad telah melakukan perjalanan berulang kali untuk berdiskusi dan berunding dengan Taliban. Hingga kini, masih belum ada kemajuan untuk mengakhiri konflik antarkeduanya.

Semakin Kuat


Pada awal bulan ini, Ombudsman AS mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa Taliban semakin kuat berkuasa di Afghanistan selama tiga tahun terakhir. Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah Afghanistan hanya menguasai 56 persen dari negara itu, angka itu menurun dari 72 persen pada 2015.

Menteri Pertahanan AS, James Mattis mengatakan bahwa lebih dari seribu orang pasukan Afghanistan tewas dan terluka saat melindungi pemilihan parlemen Afghanistan pada Oktober lalu.
"Mereka bertahan di medan pertempuran. Taliban telah dicegah untuk mengambil dan menguasai berbagai wilayah di provinsi serta menganggu pemilihan yang tidak dapat dihentikan," kata dia.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan meningkatkan jumlah pasukan AS menjadi 14 ribu pasukan untuk menghadapi Taliban. (cin/ayp)