Keluarga Eks Penista Agama di Pakistan Ketakutan Sebab Diburu

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 19:07 WIB
Keluarga Eks Penista Agama di Pakistan Ketakutan Sebab Diburu Ilustrasi demonstrasi di Pakistan. (REUTERS/Fayaz Aziz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga dari Asia Bibi, mantan terpidana kasus penistaan agama di Pakistan mengaku ketakutan karena diburu oleh kelompok garis keras. Mereka bahkan mencoba melacak dengan cara dari rumah ke rumah.

John Pontifex, seorang aktivis gereja Inggris mengatakan dirinya telah menghubungi keluarga Bibi selama tiga pekan terakhir, dan mereka terlihat sangat ketakutan.

"Mereka telah mengatakan kepada saya bahwa para ekstremis berada di lingkungan mereka dan mencari dari rumah ke rumah sembari menunjukkan foto-foto anggota keluarganya di ponsel mereka. Orang-orang itu coba memburu mereka," kata Pontifex seperti dilansir The Guardian, Kamis (22/11).


"Keluarga itu harus pindah dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghindari mereka. Mereka harus menutup wajah saat berada di depan umum setelah matahari terbenam. Mereka juga harus melepas gantungan rosario di kaca mobil mereka karena takut diserang," kata Pontifex menambahkan.
Pontifex mengatakan bahwa dirinya sedang berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan mereka yang tengah dalam bahaya.

"Mereka mengatakan jika mereka tidak diizinkan untuk menemukan masa depan di luar Pakistan, cepat atau lambat ketakutannya akan berubah menjadi hal yang mengerikan," kata dia.

Keluarga Bibi telah bersembunyi sejak dia dibebaskan pada 8 November lalu. Kini pemerintah Pakistan menempatkannya di lokasi rahasia sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dan Partai Tehreek-e-Labbaik, yang dianggap sebagai aliran garis keras, untuk menghindari protes-protes sementara.

Pengacara dan para pendukungnya telah meminta agar keluarga Bibi diberikan suaka untuk pergi ke negara Eropa atau Amerika Utara. Beberapa negara dikabarkan sudah berniat menawarkan tempat tinggal, tetapi belum ada kepastian.

Pada pekan ini, Kuasa Hukum Bibi, Saiful Muluk mengatakan pembicaraan soal permintaan suaka sedang berlangsung dengan beberapa negara Eropa.

"Saya berharap negara Barat berusaha membantunya," kata dia kepada wartawan.

Kanada, Spanyol, dan Perancis diperkirakan akan menawarkan suaka kepada Bibi. Jerman dan Italia juga disebut telah mengadakan pembicaraan dengan Pakistan mengenai masalah ini. Namun, pemerintah Inggris menolak memberikan komentar.
Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson serta anggota parlemen lainnya telah meminta pemerintah untuk bertindak. Hal ini dikarenakan berbagai laporan menunjukkan bahwa Inggris takut melihat reaksi kaum muslim Inggris keturunan Pakistan jika Ia menawarkan suaka ke Bibi.

Pada Selasa (20/11), Mantan Menteri Luar Negeri Inggris, Sayeeda Warsi mengatakan kepada Majelis Tinggi Parlemen Inggris ada laporan jika Asia Bibi diberikan suaka di Inggris, maka akan membahayakan beberapa kelompok penduduk di sana.

"Sebagai seseorang yang sangat terkait dengan komunitas muslim Inggris, saya meyakinkannya bahwa mereka sepenuhnya mendukung klaim apa pun yang mungkin dimiliki Asia Bibi. Negara kami mungkin dapat membayarnya, Ia akan didukung oleh komunitas lain di negara ini," kata dia.

Dewan Muslim Inggris juga meminta Inggris untuk memberikan suaka kepada Asia Bibi.

"Ada laporan-laporan media tak berdasar bahwa Asia Bibi ditolak suaka ke Inggris karena adanya kekhawatiran dari kaum muslim di Inggris. Kami menemukan sindiran semacam itu sebagai hal yang tidak masuk akal karena mereka bermaksud memecah belah. Kami tidak melihat alasan mengapa Asia Bibi harus ditolak suaka ke Inggris," tulis Boris melalui akun Twitter-nya.
Bibi, yang merupakan pemeluk Kristen, disebut membuat pernyataan yang menghina Islam setelah tetangganya keberatan Bibi minum dari gelas mereka karena dia beragama non-Muslim. Namun, Mahkamah Agung menganggap bukti tersebut tidak cukup dan membebaskannya dari segala tuduhan. (cin/ayp)