Rekonsiliasi Korut-Korsel, Jalan Perbatasan Kembali Disambung

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 20:02 WIB
Rekonsiliasi Korut-Korsel, Jalan Perbatasan Kembali Disambung Ilustrasi perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan di Panmunjom. (AFP PHOTO/Lee Jin-man)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses rekonsiliasi antara Korea Utara dan Korea Selatan perlahan-lahan berlanjut. Mereka dikabarkan kembali membuka jalan yang menghubungkan kedua negara di zona demiliterisasi (DMZ) setelah 14 tahun ditutup, pada Kamis (22/11).

Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan jalan berkontur tanah itu dibuka kembali untuk digunakan dalam operasi gabungan kedua negara. Jalan itu akan dipakai untuk mengevakuasi jenazah tentara Korsel yang gugur dalam Perang Korea 1953 dan masih berada di Korut.

"Secara historis penting bagi Korut dan Korsel untuk membuka jalan baru dan bersama-sama terlibat dalam operasi gabungan untuk mengevakuasi sisa-sisa jenazah tentara yang gugur dalam perang di wilayah yang terdampak paling buruk perang tersebut," bunyi pernyataan kementerian tersebut.
Renovasi jalan seluas 12 meter itu merupakan satu dari sejumlah langkah yang disepakati Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un dan Presiden Korsel Moon Jae-in, saat bertemu di Pyongyang pada September lalu.


Kedua negara serumpun itu juga sepakat meghancurkan bunker-bunker dan mulai menarik persenjataan berat dari wilayah DMZ, terutama di desa gencatan senjata Panmunjom.

Dikutip AFP, sejumlah gambar yang dirilis Kemhan Korsel memperlihatkan serdadu Korsel dan Korut turut serta dalam pembangunan jalan baru itu. Para tentara kedua negara juga sempat saling berpegangan tangan.

Relasi Korut-Korsel semakin mencair setelah bersitegang selama dua tahun terakhir, akibat ambisi Jong-un yang berkeras mengembangkan dan menguji coba rudal serta nuklirnya.
Ketegangan di Semenanjung Korea mereda setelah pada awal tahun baru 2018, Kim Jong-un mengungkapkan niat untuk memperbaiki relasi dengan Korsel. Salah satunya dengan cara menyatukan atlet Korut-Korsel dalam satu tim parade di pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Selain itu, KTT Inter-Korea yang pertama sejak 11 tahun terakhir antara Moon dan Kim Jong-un pada April lalu juga membuat hubungan kedua negara semakin ramah, meski secara teknis masih berperang.

KTT inter-Korea itu juga disebut turut membuka jalan perbaikan relasi antara Amerika Serikat dan Korut. Pada Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Dalam pertemuan itu, Trump dan Kim Jong-un disebut sepakat untuk memulai proses denuklirisasi Semenanjung Korea sepenuhnya. Namun, AS dan Korsel terlihat memiliki pendekatan berbeda untuk membujuk Korut melucuti senjata nuklirnya.
Korsel lebih mengutamakan pendekatan dialog, sementara Washington berkeras menekan dan menjatuhkan sanksi untuk membuat Korut menepati janjinya tersebut. (rds/ayp)