Perkosa Pengikut Perempuan, Pemimpin Kultus Korsel Dibui

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 13:13 WIB
Perkosa Pengikut Perempuan, Pemimpin Kultus Korsel Dibui Seorang pemimpin sebuah kultus di Korsel, Pastor Lee Jaerock, dijatuhi hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan pemerkosaan terhadap delapan pengikut perempuannya. (AFP Photo/Jung Yeon-je)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pemimpin sebuah kultus di Korea Selatan, Pastor Lee Jaerock, dijatuhi hukuman penjara 15 tahun atas tuduhan pemerkosaan terhadap delapan pengikut perempuannya.

Dalam sidang di Pengadilan Pusat Seoul pada Kamis (22/11), Hakim Chung Moon-sung mengatakan bahwa para korban Lee "tak dapat menolak karena mereka adalah subjek otoritas absolut keagamaan dari terdakwa."

Pengakuan pengikut Lee ini pertama kali terungkap ke publik pada awal tahun ini, ketika gerakan #MeToo sedang ramai-ramainya digaungkan di Amerika Serikat.
Kala itu, seorang pengikut Lee bercerita kepada salah satu stasiun televisi mengenai pengalamannya ketika ia dan sejumlah rekannya dibawa ke salah satu apartemen, di mana mereka kemudian diperkosa.


Awalnya, Lee mengatakan bahwa mereka sedang berada di surga. Mereka pun diminta telanjang layaknya Adam dan Hawa saat di Taman Eden.

"Saya menangis karena saya harus melakukan itu," ucap seorang pengikut Lee kepada stasiun televisi JTBC.
Menimpali cerita tersebut, seorang pengikut lainnya berkata, "Saya tidak bisa menolaknya. Dia lebih dari raja. Dia Tuhan."

Delapan perempuan pengikutnya kemudian mengajukan aduan kriminal. Pengadilan kemudian menetapkan bahwa Lee memperkosa dan melecehkan para penggugat "puluhan kali" dalam jangka waktu yang panjang.

Lee membantah semua tuduhan tersebut. Ia menuding para penggugat berbohong untuk membalas dendam setelah dikucilkan karena melanggar aturan gereja.
Sang pastor mendirikan Gereja Pusta Manmin di salah satu daerah miskin di Korsel, Guro, pada 1982. Dari hanya 12 orang, pengikut gereja itu kini sudah menembus angka 130 ribu anggota.

Pengabdian terhadap sebuah agama di Korsel sendiri sedang meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Hingga saat ini, 44 persen rakyat Korsel mengklaim diri sebagai pengikut salah satu agama.

Kebanyakan warga merupakan pengikut gereja biasa, tapi penganut kepercayaan semaca kultus juga kian banyak.
Merujuk pada survei pemerintah pada 2015, 28 persen warga Korsel mengaku terdaftar sebagai anggota gereja Kristen, sementara 16 persen lainnya beragama Buddha.

Namun menurut Kepala Korea Christian Heresy Research Institute, Park Hyung-tak, sekitar dua juta orang di Korsel merupakan pengikut kultus.

"Ada sekitar 60 pemimpin kultus yang berdasar pada ajaran Kristen di negara ini yang mengklaim sebagai Yesus Kristus atau Tuhan yang datang untuk kedua kalinya," kata Park kepada AFP.

Melanjutkan pernyataannya, Park berkata, "Kebanyakan gereja menyoroti masalah korupsi di dalam gereja-gereja besar untuk menunjukkan kemurnian mereka di hadapan para pengikut." (has/has)