Tembok Meksiko Mandek, Trump Ingatkan soal Tutup Pemerintahan

CNN Indonesia | Jumat, 23/11/2018 10:31 WIB
Tembok Meksiko Mandek, Trump Ingatkan soal Tutup Pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan pemerintahan tutup jika masalah keamanan, termasuk pembangunan tembok perbatasan Meksiko, tak kunjung selesai. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump memperingatkan kemungkinan pemerintahan Amerika Serikat tutup jika masalah keamanan, termasuk pembangunan tembok di perbatasan dengan Meksiko, tak kunjung terselesaikan.

"Apakah mungkin ada penutupan pemerintahan? Mungkin saja dan itu semua karena keamanan perbatasan, di mana tembok juga menjadi salah satu bagiannya," ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (22/11).

Trump melontarkan pernyataan ini satu bulan menjelang tenggat waktu Kongres untuk menyusun anggaran bagi sejumlah bagian dalam pemerintah federal, dan kemungkinan pembiayaan tembok di perbatasan dengan Meksiko yang diajukan sang presiden.
Kemungkinan pembiayaan tembok ini semakin kecil mengingat Partai Demokrat menguasai mayoritas kursi dalam Dewan Perwakilan AS. Partai Demokrat sendiri sejak awal sudah menyatakan tidak setuju dengan usulan Trump tersebut.


Namun, Trump terus memaksakan peningkatan keamanan di perbatasan dengan Meksiko untuk membendung arus imigran ilegal yang kebanyakan datang dari Honduras.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump sudah mengambil sejumlah keputusan kontroversial, termasuk mengirimkan personel militer ke perbatasan. Ia bahkan sudah memberikan izin penggunaan "kekuatan mematikan" jika diperlukan.
Trump juga memperingatkan bahwa AS bisa menutup perbatasan dengan Meksiko dalam jangka waktu tertentu "jika kami menganggap sudah mencapai tingkat di mana kami akan kehilangan kendali atau rakyat kami mulai terluka."

Dengan demikian, Meksiko tidak bisa menjual mobil ke AS. Selama ini, Trump memang mengeluhkan begitu banyak mobil di AS yang dirakit di Meksiko.

Berdasarkan data pemerintah AS, impor kendaraan dari Meksiko mencapai 2,3 juta unit.

[Gambas:Video CNN]

Tak lama setelah Trump melontarkan ancaman tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Menlu Meksiko, Luis Videgaray.

"Kami menekankan komitmen bersama kami untuk mengatasi masalah terkini. Karavan-karavan itu tidak akan diizinkan masuk ke AS," demikian pernyataan Kemlu AS.

Dalam beberapa bulan belakangan, ribuan imigran di Meksiko itu memang mengancam akan menerobos perbatasan AS menggunakan mobil karavan.

Trump menganggap karavan-karavan imigran itu sebagai invasi dan meminta Meksiko untuk mencegah penerobosan tersebut. (has/has)