Kisruh Khashoggi, Demokrat Curigai Relasi Bisnis Trump-Saudi

CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 12:23 WIB
Kisruh Khashoggi, Demokrat Curigai Relasi Bisnis Trump-Saudi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerima kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, di Gedung Putih. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat berniat menyelidiki hubungan keuangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Arab Saudi. Mereka curiga hal itu ada kaitannya dengan sikap Trump terhadap kasus dugaan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Politikus Demokrat sekaligus calon Ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan AS, Adam Schiff, mengatakan penyelidikan itu dilakukan guna menelusuri dugaan kolusi antara Trump dan Saudi, yang berpotensi mempengaruhi kebijakan luar negeri AS terutama terkait kasus Khashoggi.

Schiff menuding Trump tidak jujur terkait peran Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), dalam pembunuhan Khashoggi. Padahal, laporan Badan Intelijen Pusat AS (CIA) menyimpulkan dugaan keterlibatan Pangeran Mohammed dalam pembunuhan jurnalis pengkritik Raja Salman itu di Istanbul, Turki.


"Hal apa yang mendorong ini? Apakah ada motif finansial, yaitu, keuangan pribadi Trump (dalam merespons kasus Khashoggi)?" kata Schiff pada Minggu (25/11).
"Apakah kepentingan keuangan pribadinya yang mendorong kebijakan AS di Teluk Arab? dan juga Vis-a-vis Rusia? Kami tidak tahu, tetapi akan menjadi tidak bertanggung jawab jika kita tak mencari tahu."

Demokrat kini memiliki kewenangan untuk mengajukan permintaan kepada pengadilan untuk memanggil atau memeriksa seseorang (subpoena) terhadap Trump, setelah partai tersebut mendominasi Dewan Perwakilan AS dalam pemilu sela awal bulan ini.

Demokrat bahkan disebut telah merekrut ahli pencucian uang dan ahli akuntansi forensik untuk menyelidiki terhadap Trump.

"Saya pikir orang lain juga akan memiliki tanggung jawab untuk mengetahui apakah ada gejolak keterkaitan dalam hal keuangan dengan negara Teluk? Apakah ada bujukan bermotif uang yang membuat Presiden Trump tidak ingin bermasalah dengan Saudi? Hal-hal ini tidak dapat dibenarkan untuk mempengaruhi kebijakan AS," kata Schiff.
Kisruh Khashoggi, Demokrat Curigai Relasi Bisnis Trump-SaudiPresiden Amerika Serikat, Donald Trump berbincang dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. (REUTERS/Jonathan Ernst)

Trump terus dikritik lantaran responsnya yang lemah terhadap Saudi dalam kasus Khashoggi. Alih-alih menekan dan menjatuhkan sanksi terhadap Saudi, Trump malah bersumpah tetap akan menjadi mitra setia Saudi, terlepas dari laporan CIA terkait kasus tersebut.

Trump malah menyebut kesimpulan badan intelijennya itu terlalu dini.

"CIA tidak mengatakan bahwa mereka (Saudi) melakukannya (pembunuhan Khashoggi). Mereka menegaskan beberapa hal, dan dalam menegaskan beberapa hal itu, Anda semua dapat menyimpulkan bahwa mungkin dia (MbS) melakukannya atau mungkin tidak," kata Trump beberapa waktu lalu.
Selain Demokrat, Partai Republik juga ikut mengkritik cara Trump bersikap atas kasus Khashoggi.

Senator Republik dari Utah, Mike Lee menganggap penilaian serta respons Trump terhadap kasus Khashoggi tidak konsisten dengan penilaian intelijen.

"Intelijen yang saya lihat menunjukkan bahwa ini diperintahkan oleh Putra Mahkota Saudi," ucap Lee kepada NBC seperti dikutip AFP.

Politikus Republik yang merupakan Ketua Senat untuk Urusan Luar Negeri, Bob Corker, juga menganggap sikap Trump dalam merespons Saudi soal kasus Khashoggi menurunkan moral AS ke titik terendah.

Senator dari Partai Republik itu menganggap pernyataan Trump mencerminkan moral AS hanya berorientasi pada uang, dan bukan hak asasi manusia dan masalah moral lainnya.

"Saya pikir meski tidak diragukan lagi Saudi merupakan sekutu, meski mereka adalah negara cukup penting di dunia, kedudukan moral AS sebagai bangsa tengah diuji. Saya tidak tahu kenapa dia bisa bersikap seperti itu," katanya.
Konspirasi Trump-Rusia

Schiff juga menuturkan Demokrat akan menyelidiki relasi pribadi Trump dan Rusia. Trump selama ini diserang tudingan dia bersekongkol dengan Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilihan umum AS 2016 lalu.

Dia mengatakan salah satu kasus yang belum diselidiki Republik ketika menguasai Dewan Perwakilan AS adalah apakah Rusia telah melakukan pencucian uang melalui bisnis-bisnis yang dimiliki Presiden Trump.
"Apakah ini (relasi bisnis Trump-Rusia) adalah tangan tersembunyi dalam kebijakan luar negeri Amerika? Kami harus bisa menjelaskannya kepada warga AS apakah ini benar atau tidak," tutur Schiff. (rds/ayp)