Sumber pengadilan mengatakan Presiden Asosiasi Persahabatan Perancis-Korea itu ditahan pada Senin (26/11), setelah aparat melakukan penyelidikan sejak Maret lalu.
Sumber itu mengatakan penyelidik dari badan intelijen domestik Perancis (DGSI) tengah menelusuri dugaan Quennedey memberikan sejumlah informasi kepada Pyongyang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:File Intelijen Ungkap Masa Kecil Kim Jong-un |
Berdasarkan situs Senat Perancis, Quennedey merupakan administrator senior di departemen arsitektur majelis tinggi parlemen Perancis.
Dia sering menulis artikel terkait Korut dan sering berpergian keliling Semenanjung Korea. Sementara itu, Asosisasi Persahabatan Franco-Korea merupakan organisasi yang dibentuk guna mendorong penguatan relasi Perancis dan Korut.
Di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, Korut hingga saat ini masih terkungkung banyak sanksi dan embargo yang ketat. Sanksi-sanksi internasional itu dijatuhkan demi menghentikan ambisi Korut membangun senjata rudal dan nuklirnya.
Meski relasi Korut dengan Korsel dan Amerika Serikat terus membaik sejak awal tahun ini, Washington masih terus mendorong negara-negara lain untuk membatasi hubungan ekonomi dengan Pyongyang sampai negara itu melakukan denuklirisasi sepenuhnya. (rds/has)