Diduga Jadi Mata-Mata Korut, Pejabat Perancis Ditahan

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 12:47 WIB
Diduga Jadi Mata-Mata Korut, Pejabat Perancis Ditahan Ilustrasi. (Istockphoto/chinaface)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan intelijen Perancis menahan Benoit Quennedey, seorang pejabat sipil senior yang diduga menjadi mata-mata untuk Korea Utara.

Sumber pengadilan mengatakan Presiden Asosiasi Persahabatan Perancis-Korea itu ditahan pada Senin (26/11), setelah aparat melakukan penyelidikan sejak Maret lalu.

Sumber itu mengatakan penyelidik dari badan intelijen domestik Perancis (DGSI) tengah menelusuri dugaan Quennedey memberikan sejumlah informasi kepada Pyongyang.


"Jaksa penuntut Paris sedang menyelidiki dia terkait pengumpulan dan penyampaian informasi kepada pihak asing yang berpotensi merusak kepentingkan fundamental bangsa," tutur sumber tersebut kepada AFP.
Televisi lokal melaporkan aparat juga sudah menggeledah kantor Quennedey di Senat. Namun, Presiden Senat Perancis menolak berkomentar terkait penahanan Quennedey.

Berdasarkan situs Senat Perancis, Quennedey merupakan administrator senior di departemen arsitektur majelis tinggi parlemen Perancis.

Dia sering menulis artikel terkait Korut dan sering berpergian keliling Semenanjung Korea. Sementara itu, Asosisasi Persahabatan Franco-Korea merupakan organisasi yang dibentuk guna mendorong penguatan relasi Perancis dan Korut.
Organisasi pimpinannya itu juga mendukung reunfikasi Korea Utara dan Korea Selatan.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, Korut hingga saat ini masih terkungkung banyak sanksi dan embargo yang ketat. Sanksi-sanksi internasional itu dijatuhkan demi menghentikan ambisi Korut membangun senjata rudal dan nuklirnya.

Meski relasi Korut dengan Korsel dan Amerika Serikat terus membaik sejak awal tahun ini, Washington masih terus mendorong negara-negara lain untuk membatasi hubungan ekonomi dengan Pyongyang sampai negara itu melakukan denuklirisasi sepenuhnya. (rds/has)