Polisi Malaysia Bidik Dalang Penyerbuan Kuil Hindu

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 12:34 WIB
Polisi Malaysia Bidik Dalang Penyerbuan Kuil Hindu Ilustrasi polisi Malaysia. (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia membidik satu orang yang dicurigai sebagai dalang di balik penyerbuan berakhir ricuh di salah satu kuil Hindu di Petaling Jaya.

Kepala Kepolisian Selangor, Mazlan Mansor, mengatakan bahwsa pihaknya sudah menguak petunjuk yang mengarah pada satu nama.

"Beri waktu kami untuk menyelidiki dan melacaknya terlebih dulu. Kami juga akan menghubungi pihak pengembang untuk membantu penyelidikan," ujar Mazlan sebagaimana dikutip The Straits Times, Selasa (27/11).
Mazlan mengatakan bahwa hingga kini, kepolisian sudah menahan 21 orang terkait insiden ini.


"Kami terus memantau situasi menit demi menit untuk memastikan tidak semakin buruk," ucap Mazlan.

Kericuhan ini bermula ketika sekitar 50 orang merangsek masuk ke dalam kuil Sri Maha Mariamman pada Selasa (27/11) pukul 02.00 waktu setempat.

"Sekelompok orang Malaysia yang membawa pisau, kapak, dan tongkat baja menyerang kami dan meminta kami keluar dari kuil. Mereka bilang lahan ini dimiliki oleh One City," ujar seorang anggota dewan kuil, Yuvaraj Nagaraju.
Situasi kian panas hingga terjadi aksi bakar mobil dan motor di depan kuil tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan akibat sengketa lahan antara pihak pengembang, One City Development, dengan umat Hindu di kuil tersebut sejak 2007 lalu.

Pada Maret 2014, One City Development sudah mencapai kesepakatan di pengadilan untuk merelokasi kuil berusia satu abad itu ke satu daerah yang berjarak 3,5 kilometer dari Petaling Jaya.
One City Development sendiri sudah menawarkan donasi sebesar 1,5 juta ringgit atau setara Rp5,1 miliar untuk pembangunan kuil baru.

Tenggat waktu untuk relokasi itu jatuh pada Kamis pekan lalu. Sebagian umat setuju direlokasi, tapi yang lainnya ingin memperjuangkan lahan tersebut.

Meski demikian, One Development City membantah tudingan bahwa mereka merancang penyerbuan itu.

"Tudingan bahwa One City merencanakan insiden itu adalah kebohongan. One City mengecam segala bentuk kekerasan yang dapat memicu tindakan biadab," demikian pernyataan One City. (has/has)