Bantah Langgar Resolusi PBB, Iran Lanjutkan Uji Coba Rudal

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 00:20 WIB
Bantah Langgar Resolusi PBB, Iran Lanjutkan Uji Coba Rudal Ilustrasi rudal. (Houthi War Media/Handout via REUTERS).
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran akan melanjutkan uji coba rudal untuk membangun kemampuan pertahanan, dan membantah tindakan tersebut melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), menyusul tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Teheran telah melakukan uji coba rudal baru.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh Iran melakukan uji coba terhadap rudal balistik jarak menengah yang mampu membawa hulu ledak ganda. Pompeo mengutuk sikap Iran dan menyebut hal itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian internasional mengenai program nuklir Teheran.

"Tes rudal dilakukan untuk pertahanan negara dan kami akan melanjutkan ini," ujar Juru Bicara Senior untuk Pasukan Bersenjata Iran Jenderal Abolfazl Shekarchi, seperti dikutip Reuters dari kantor berita semi-resmi Tasnim, Minggu (2/12).



Dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Shekarchi mengungkapkan Iran akan terus mengembangkan dan menguji rudal. Hal itu di luar kerangka perundingan nuklir dan menjadi bagian dari keamanan nasional. Jadi, Iran tidak akan meminta izin dari negara lain. Shekarchi tidak mengkonfirmasi atau menyangkal bahwa Iran telah melakukan tes uji coba rudal baru tersebut.

Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengunggah cuitan di laman Twitter, "Iran hanya menguji-menembakkan rudal balistik jarak-INF yang mampu mencapai Israel dan Eropa. Perilaku provokatif ini tidak dapat ditoleransi."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi mengungkapkan rudal Iran murni defensif. Menurut dia, tidak ada resolusi Dewan Keamanan yang melarang program rudal dan uji coba rudal oleh Iran.


Resolusi PBB 2231 menetapkan perjanjian nuklir Iran 2015 dengan Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat di mana Teheran menghentikan program pengayaan uraniumnya yang disengketakan sebagai ganti untuk mengakhiri sanksi internasional.

Resolusi itu mengatakan Iran didesak menahan diri dari urusan rudal balistik yang dirancang untuk mengirimkan senjata nuklir selama delapan tahun.

Iran telah berulang kali mengatakan program misilnya adalah murni defensif dan membantah bahwa misilnya mampu ditembus dengan hulu ledak nuklir. Teheran juga membantah negaranya memiliki niat untuk mengembangkan senjata nuklir melalui pengayaan uranium.

(lav)