Berbicara kepada wartawan di Washington setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Cavusoglu mengatakan Turki telah berbagi informasi terbaru tentang pembunuhan Khashoggi dengan Amerika Serikat dan menegaskan pendirian Ankara bahwa kebenaran harus dibongkar hingga menemukan siapa yang memberi perintah untuk membunuh wartawan itu.
Lihat juga:Trump Nyatakan Tetap Setia Terhadap Saudi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menawarkan banyak penjelasan yang kontradiktif terkait penghilangan Khashoggi, Saudi akhirnya mengatakan pekan lalu dia telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasii ketika "negosiasi" untuk meyakinkan dia untuk kembali ke Arab Saudi gagal. Jaksa penuntut umum mengatakan akan mencari hukuman mati untuk lima tersangka dalam kasus ini.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa bersumpah untuk tetap menjadi "mitra setia" dari Arab Saudi. Ia juga mengenyampingkan kemungkinan sang putra mahkota Saudi itu mengetahui soal rencana pembunuhan jurnalis pembangkang itu.
Turki juga telah menyerahkan kepada Amerika Serikat daftar 84 individu yang ingin diekstradisi, kata Cavusoglu, atas hubungan mereka dengan ulama Islam Fethullah Gulen, yang disalahkan oleh Ankara karena mendalangi upaya kudeta 2016. Gulen menyangkal keterlibatan.
Dia menambahkan bahwa Ankara telah memberikan daftar tersebut setelah Erdogan dan Trump melakukan percakapan telepon. (eks/eks)