Macron Tinjau Lokasi Kerusuhan Akibat Demo 'Rompi Kuning'

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 07:07 WIB
Macron Tinjau Lokasi Kerusuhan Akibat Demo 'Rompi Kuning' Presiden Emmanuel Macron tertegun melihat mobil-mobil hangus terbakar dan bangunan-bangunan yang rusak di berbagai area di Paris, termasuk monumen peringatan bagi pahlawan perang Perancis, Arc de Triomphe. (Thibault Camus/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Emmanuel Macron meninjau lokasi yang porak poranda akibat kericuhan saat demonstrasi gerakan "rompi kuning" di Perancis pada akhir pekan lalu.

Tiba di lokasi pada Minggu (2/11), Macron tertegun melihat mobil-mobil hangus terbakar dan bangunan-bangunan yang rusak di berbagai area di Paris, termasuk monumen peringatan bagi pahlawan perang Perancis, Arc de Triomphe.

Di sana, ia memuji kepolisian yang dianggap cepat meredakan bentrokan. Namun, Macron mengutuk para demonstran yang melakukan kekerasan.
Aksi protes kenaikan bahan bakar dan peningkatan biaya hidup ini sudah dimulai sejak 17 November dan dengan cepat menyebar berkat media sosial.


Para pemrotes memblokir jalan di seluruh Perancis dan menghalangi akses ke pusat perbelanjaan, pabrik, juga beberapa tempat pengisian bahan bakar.

Demonstrasi itu berakhir ricuh pada Sabtu (1/12). Kepolisian Paris pun langsung menangkap 412 orang, 378 di antaranya hingga saat ini masih ada di dalam tahanan.
Menurut kepolisian Paris, insiden ini adalah kekerasan terbesar dengan dampak meluas yang paling parah selama beberapa dekade.

Total 263 orang terluka di seluruh Perancis, 133 di antaranya di Paris, termasuk 23 anggota aparat keamanan.

"Saya tidak akan pernah menerima kekerasan. Tak ada alasan yang membenarkan otoritas diserang, bisnis rusak, jurnalis diancam, dan Arc de Triomphe ternodai," ucap Macron sebagaimana dikutip AFP.

[Gambas:Video CNN]

Aksi kekerasan ini memang menyebabkan kekhawatiran mendalam pada komunitas bisnis di Perancis. Sejumlah pebisnis mengaku sudah merugi miliaran euro dan mendesak pertemuan dengan Menteri Keuangan pada Senin.

"Ketakutan terbesar kami terjadi. Ini adalah akhir pekan ketiga para pemrotes memblokade yang menyebabkan kerugian di seluruh komunitas bisnis," ujar perwakilan federasi bisnis ritel Perancis, Jacques Creyssel.

Macron pun menggelar rapat darurat dengan jajaran kabinetnya dan membuka kemungkinan pertemuan dengan perwakilan demonstran, salah satu tuntutan yang selama ini tak pernah dipenuhi. (has/has)