Media lokal melaporkan ribuan perempuan dari berbagai kalangan tersebut turun ke jalanan di Tel Aviv dan beberapa kota lainnya pada Selasa (4/12) malam.
Sebagian pendemo bahkan memblokir sejumlah jalanan protokol di kota-kota besar. Para pengunjuk rasa melabur beberapa jalanan dengan cat merah, melambangkan darah para perempuan yang telah menjadi korban kekerasan selama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengunjuk rasa juga sempat mengheningkan cipta selama beberapa saat sebagai bentuk penghormatan kepada dua perempuan tersebut.
Media Israel mengatakan insiden itu menambah panjang daftar perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga selama tahun ini menjadi 24 orang.
Berbicara pada Minggu (2/12), Netanyahu mengatakan dia baru-baru ini mengunjungi penampungan wanita. Dalam kesempatan itu, dia berjanji akan membentuk komite pemerintah untuk memerangi kekerasan dalam rumah tangga.
Sementara itu, oposisi menganggap pemerintahan Netanyahu bagaimana pun telah gagal melindungi kaum wanita dari kekerasan rumah tangga.
Oposisi menganggap pemerintah gagal mendanai program secara serius untuk menangani masalah tersebut.
"Ini semua masalah prioritas," kata Ksenia Svetlova dari Persatuan Zionis dalam sidang parlemen.
Dia mengatakan selama ini pemerintah menganggarkan 250 juta Shekel, atau sekitar US$67 juta, untuk program penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, jutaan dolar dana tersebut diklaim belum ditransfer.