Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/12), Imigrasi Filipina menyatakan Hendricks akan diterbangkan ke Ibu Kota Manila terlebih dulu, dari lokasi penangkapannya di wilayah Naval, Provinsi Biliran. Kedutaan Besar AS yang akan memproses pemulangannya.
"Kami tidak akan membiarkan predator seksual memburu anak-anak kami," kata Juru Bicara Imigrasi Filipina, Dana Krizia Sandoval.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pastor kelahiran Cincinnati itu akan menghadapi proses hukum di negara bagian Ohio. Menurut Kepala Unit Pelacak Buronan Imigrasi AS, Bobby Raquepo, Hendricks dicari karena diduga melakukan pelecehan seksual di negara asalnya.
Hendricks sudah 37 tahun bermukim di Biliran. Tak hanya Filipina, kasus semacam ini juga menerpa banyak pastor di berbagai penjuru dunia.
Kasus pelecehan seksual para pastor terhadap anak binaannya yang sudah terjadi selama puluhan tahun ini pertama kali diungkap secara publik melalui laporan surat kabar The Boston Globe pada 2002.
Konferensi Uskup Katolik AS memperkirakan Keuskupan Amerika telah merogoh kocek hampir US$4 miliar sejak tahun 1950 untuk menyelesaikan kasus pelecehan dengan para korban.
Laporan The Boston Globe yang memenangkan Penghargaan Pulitzer itu menginspirasi film peraih Academy Awards, "Spotlight." (ayp/ayp)