Zakir Naik Masih Yakin Dirinya Tak Melanggar Hukum

REUTERS, CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 09:51 WIB
Zakir Naik Masih Yakin Dirinya Tak Melanggar Hukum Zakir Naik. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penceramah kontroversial Zakir Naik, yang dicari di negara asalnya India, mengklaim bahwa dirinya tidak melanggar hukum India dan menjadi sasaran oleh "musuh-musuh Islam," dalam sebuah pidato publik yang direkam di Malaysia, negara tempatnya mencari perlindungan.

Naik (53) menghadapi tuduhan pencucian uang dan pidato kebencian di India, di mana pihak berwenang tahun lalu mengatakan dia telah "mempromosikan permusuhan dan kebencian antara kelompok agama yang berbeda di India melalui pidato publik dan kuliah".

Pengkhotbah itu telah tinggal di Malaysia, di mana ia memiliki tempat tinggal permanen, sejak India mulai menyelidiknya, tetapi belakangan ini ia tak banyak bersuara terutama di tengah kritik bahwa ia adalah ancaman bagi perdamaian di negara multi-etnis Malaysia.


Naik mengatakan dalam pidato Sabtu (1/12) malam di Kangar, ibukota negara bagian Perlis di Malaysia utara, bahwa ia tidak pernah melanggar hukum India.

"Tetapi karena saya menyebarkan perdamaian, saya memberikan solusi untuk kemanusiaan, semua orang yang tidak suka perdamaian tidak menyukai saya," katanya, yang juga menambahkan kalau dirinya menjadi sasaran karena gayanya dalam menyebarkan ajaran Islam.

"Aksi ini tak menyenangkan bagi musuh-musuh Islam. Baik itu negara-negara barat atau negara tempat saya dilahirkan, India."

Naik telah menjadi kontroversi karena celotehan garis kerasnya, seperti merekomendasikan hukuman mati untuk homoseksual dan mereka yang meninggalkan Islam sebagai keyakinan mereka, menurut laporan media.

Dalam klip di Youtube, Naik mengatakan bahwa dirinya mendukung aksi Osama bin Laden jika "meneror teroris Amerika".

Bangladesh menangguhkan saluran televisi yang menampilkan dakwahnya setelah media melaporkan bahwa gerilyawan yang menyerang sebuah kafe di Dhaka menewaskan 22 orang tahun lalu sebagai pengagumnya.

ISIS lalu mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Inggris sempat melarang Naik masuk pada tahun 2010.

Sekitar 1.000 orang hadir dalam acara pidato Naik di Malaysia, bersama dengan sejumlah pejabat pemerintahan, putra mahkota dan pejabat agama.

Pengkhotbah itu dikenal dekat dengan para pejabat di pemerintahan Malaysia sebelumnya, yang secara tak terduga dikalahkan dalam pemilihan umum Mei.

Perdana Menteri baru Mahathir Mohamad pada Juli mengatakan selama Naik tidak menciptakan masalah di Malaysia, ia tidak akan dideportasi. Media India telah melaporkan bahwa India telah mencari cara untuk mengekstradisinya.

Di Kangar, Naik menggambarkan dirinya sebagai seorang fundamentalis untuk mengikuti ajaran-ajaran dasar Islam.

"Saya bangga menjadi Muslim fundamentalis," katanya.

Dalam "tur khotbahnya", Naik memberikan banyak kuliah di universitas dan masjid. Istrinya, Farhat Naik, berbicara tema yang sama namun untuk peserta wanita dalam sesi terpisah.

(ard)