Keras Melawan Narkoba, Duterte Malah Bergurau Soal Ganja

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 18:21 WIB
Keras Melawan Narkoba, Duterte Malah Bergurau Soal Ganja Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (REUTERS/Erik De Castro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte melontarkan gurauan kerap menggunakan ganja untuk tetap terjaga dan melakukan aktivitas kenegaraan yang padat. Padahal, kebijakan perang narkoba berdarahnya merenggut banyak nyawa warganya karena praktik ekstrayudisial.

Candaan itu diutarakan Duterte di hadapan para diplomat di Kementerian Luar Negeri Filipina pada Senin (3/12) kemarin.

Saat itu, Duterte tengah bercerita tentang padatnya agenda dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN ke-33 di Singapura beberapa waktu lalu.


Presiden berusia 73 tahun itu mengatakan sejumlah pertemuan dalam rangkaian KTT tersebut seharusnya cukup dihadiri tingkat menteri atau pejabat tinggi, bukan kepala negara.
Duterte memang terlihat tidak hadir dalam 11 pertemuan KTT ASEAN dengan alasan tidur siang.

Dia juga bercerita dalam lawatan terbarunya ke India beberapa waktu lalu, dia terpaksa terjaga sepanjang malam hanya untuk membaca dokumen-dokumen.

"Kalian tidak ingin presiden kalian terlihat dungu dan tidak tahu apa-apa, jadi saya harus mengejar segala bahan dan dokumen. Benar-benar tidak ada waktu," kata Duterte dalam acara tersebut seperti dikutip The New York Times.

"Ini adalah aktivitas yang membunuh. Tetapi, di usia saya seperti saat ini, saya merasa tidak terlalu terganggu karena saya menggunakan ganja untuk tetap terjaga," tambahnya dengan nada bercanda.

Sayang tidak seluruhnya menyambut baik candaan Duterte tersebut. Sebab, pernyataan itu dianggap bertolak belakang dengan kampanye anti-narkoba yang selama ini digaungkan Duterte.

Gurauan orang nomor satu itu juga muncul empat hari setelah pengadilan Filipina memvonis tiga personel kepolisian 40 tahun penjara. Ketiganya dinyatakan bersalah membunuh seorang remaja 17 tahun dalam operasi anti-narkoba Duterte.
Kelompok pemerhati hak asasi manusia mengatakan setidaknya 12 ribu terduga kriminal narkoba tewas di tangan polisi sejak Duterte menjabat pada pertengahan 2016 lalu tanpa proses hukum yang jelas.

Politikus oposisi sekaligus anggota Dewan Perwakilan Filipina, Gary Alejano, menganggap candaan Duterte itu tidak sensitif.

"Jika Anda menggunakan isu yang telah mengorbankan ribuan nyawa akibat kampanye anti-narkoba sebagai bahan candaan, lantas apa? Anda juga akan memperlakukan orang-orang sebagai sebuah gurauan," katanya.

Membela sang presiden, sekutu Duterte sekaligus Presiden Senat Filipina, Vicente Sotto, malah mengatakan gurauan itu sangat aneh karena ganja pada umumnya memiliki efek menenangkan, daripada sebagai stimulan.

Senator Aquilino Pimentel III, pendukung Duterte lainnya, mengklaim Duterte mengatakan kepadanya tidak pernah menggunakan ganja seumur hidup.

Sadar jika membuat ricuh, Duterte langsung meluruskan pernyataannya tersebut dengan mengatakan bahwa komentarnya itu hanya sebuah lelucon.
"Saya menggunakan ganja plastik," kata Duterte. (rds/ayp)