Demo Rompi Kuning, Pemerintah Prancis Siagakan 89 Ribu Polisi

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 09:01 WIB
Demo Rompi Kuning, Pemerintah Prancis Siagakan 89 Ribu Polisi Demo rompi kuning beberapa waktu lalu (REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 89 ribu personel polisi akan dikerahkan di seluruh Prancis di tengah kekhawatiran akan kerusuhan yang terjadi selama protes anti-pemerintah akhir pekan ini.

Perdana Menteri Edouard Phillipe mengungkapkan bahwa ibukota Prancis, Paris sendiri akan dijaga oleh setidaknya 8.000 personel dan juga kendaraan lapis baja.

"Kami menghadapi orang yang datang bukan untuk protes tapi merusak," kata Philippe kepada stasiun televisi Prancis TF1.



Kerusuhan ini menewaskan tiga orang, dan membuat 1.043 orang cedera termasuk 222 anggota pasukan keamanan.

Selama protes anti-pemerintah berlangsung, toko-toko barang mewah, restoran di Champs-Elysees, dan juga sebagian museum juga akan ditutup.

Mengutip Antara, pihak manajemen Menara Eiffel, salah satu landmark dan lokasi wisata populer di Prancis juga akan ditutup pada Sabtu (8/12) akibat demonstrasi yang dilakukan oleh 'rompi kuning.'

Kelompok rompi kuning sendiri sudah 'mengepung' Prancis sejak 17 Novemver 2018 lalu untuk memprotes keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron uang menaikkan pajak bahan bakar dan kondisi ekonomi Prancis yang buruk. Pasalnya, harga bahan bakar di Prancis sudah naik lebih dari 20 persen di tahun 2018.

Terkait aksi tersebut, Philippe beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa kenaikan pajak bahan bakar akan ditunda selama enam bulan. Di hari berikutnya, Pemerintah pun mencabut rencana kenaikan tersebut.


"Pemerintah siap berdialog dan memperlihatkannya sebab kenaikan pajak bahan bakar ini telah dicabut dari rencana anggaran 2019," kata Philippe di dalam pidato di Sidang Majelis Nasional, atau Majelis Rendah Parlemen. (chs/chs)