Presiden Iran: Sanksi AS Bentuk Terorisme Ekonomi

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 17:01 WIB
Presiden Iran: Sanksi AS Bentuk Terorisme Ekonomi Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi dari Amerika Serikat sebagai aksi terorisme ekonomi. (REUTERS/Danish)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut sanksi Amerika Serikat pada negaranya sebagai "terorisme ekonomi" ketika ia mencari dukungan di hadapan negara-negara tetangga yang berkunjung ke Tehran, Sabtu (8/12).

Washington telah menjatuhkan embargo perdagangan minyak dan juga berbagai sanksi lainnya sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Tehran dan negara-negara adidaya lainnya, pada Mei lalu.

"Sanksi ilegal dan tak adil Amerika pada negara yang terhormat seperti Iran telah menempatkan negara kami dalam suatu aksi terorisme," kata Rouhani dalam pidatonya, seperti dikutip dari AFP.

Rouhani berbicara pada suatu konferensi tentang terorisme dan kerja sama regional yang dihadiri oleh anggota parlemen dari Afghanistan, China, Pakistan, Rusia, dan Turki.


"Kita semua menghadapi serangan terbuka yang bukan hanya mengancam kemerdekaan dan identitas, tapi juga memaksa keretakan pada ikatan yang sudah terbentuk lama," ujarnya.

Rouhani menyebut sanksi untuk Iran mirip dengan sanksi-sanksi lain yang sedang dihadapi negara yang datang ke konferensi tersebut.

"Ketika mereka memberikan tekanan pada perdagangan China, kita semua terkena pengaruh.. dengan menghukum Turki, kita semua pun terkena hukuman. Kapan pun juga mereka mengancam Rusia, kami juga menganggap keamanan kami terancam," ujarnya.

"Ketika mereka menerapkan sanksi pada Iran, mereka menghalangi kita semua dari keuntungan perdagangan internasional, keamanan energi, dan juga pembangunan berkelanjutan. Dan pada faktanya, mereka menjatuhkan sanksi pada semua orang."

"Kami di sini untuk mengatakan bahwa kami tidak berniat untuk mentoleransi perlakuan yang tidak hormat itu."

Rouhani juga mengingatkan Eropa -- yang dengan tegas berkeberatan penarikan diri AS dari kesepakatan nuklir-- bahwa ada banyak hal dipertaruhkan ketika mengabaikan sanksi AS dan mempertahankan perdagangan dengan Iran.

"Mereka seharusnya tahu bahwa dengan menjatuhkan sanksi pada Iran, mereka akan merusak kemampuan kami dalam memerangi perdagangan narkoba dan terorisme," ujar Rouhani, merujuk pada upaya Iran memerangi penyelundupan, terutama dari Afghanistan.

Saat ini Uni Eropa sedang merancang suatu sistem pembayaran untuk memastikan uang tetap mengalir pada Iran, tapi kesulitan untuk menjalankannya karena banyak negara risau dengan aksi balasan dari pemerintahan Donald Trump.

Konferensi di Tehran adalah pertemuan regional kedua yang membahas soal terorisme, sementara yang pertama digelar pada Desember tahun lalu di Islamabad.
(vws)