PM Selandia Baru Minta Maaf Usai Turis Inggris Tewas Dibunuh

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 00:18 WIB
PM Selandia Baru Minta Maaf Usai Turis Inggris Tewas Dibunuh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern. (Reuters/Ross Setford)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang turis asal Inggris, Grace Millane (22) yang dibunuh ketika melancong ke Selandia Baru. Perdana Menteri Jacinda Ardern sampai menyatakan permintaan maaf kepada keluarga mendiang atas kejadian itu.

"Saya mewakili Selandia Baru mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga Grace. Putri Anda seharusnya terjamin keamanannya di sini. Dan hal tersebut tak tercapai, maka saya meminta maaf," kata Ardern ketika berbicara dalam konferensi pers kabinet mingguan, seperti dikutip dari CNN, Selasa (11/12).

Pernyataan maaf tersebut diungkapkan setelah terdakwa yang dituding sebagai pelaku pembunuhan pertama kali menampakkan wajahnya di Pengadilan Selandia Baru di Auckland, hari ini.


"Melihat kejadian ini terjadi di rumah kami, ada rasa malu dan sedih yang luar biasa. Negara ini adalah negara yang membanggakan keramahannya, terlebih bagi turis yang ingin menikmati keindahan bahari kami, seperti ditunjukkan dari manaakitanga," tambahnya.
Manaakitanga adalah ungkapan dari bahasa Suku Maori , yang maksudnya adalah keramahan dan rasa hormat antara orang, kelompok dan budaya yang berbeda.

Digambarkan oleh sang ayah sebagai periang dan penyayang, Millane melancong ke Selandia Baru setelah berwisata ke Peru.

Millane terakhir terlihat di pusat Kota Auckland pada 1 Desember lalu. Sebelum menghilang, Millane dikabarkan bermalam di asrama pelancong dan masih meninggalkan barang-barang di sana.

Menurut laporan dari Direktur Kepolisian Selandia Baru Inspektur Scott Beard, Millane bertemu seorang pria selama beberapa jam di malam hari. Dari rekaman kamera pengawas memperlihatkan keduanya memasuki Hotel CityLife pukul 21.40 waktu setempat. Setelah itu, Millane dikabarkan menghilang.

Sepekan setelah Millane menghilang, polisi menahan seorang pria untuk diinterogasi dan kemudian menuduhnya sebagai pelaku pembunuhan.

Pada Minggu (10/12) pekan lalu, polisi menemukan mayat di area hutan di Waitakere Ranges, Auckland. Jasad itu ditemukan dalam mobil sewaan dan diyakini sebagai Millane.
Polisi mengatakan mobil itu disewa sejak 3 Desember, sehingga tubuh Millane dipercaya berada di hutan selama enam hari sebelum akhirnya ditemukan.

Terdakwa pembunuhan dijadwalkan akan kembali menghadiri pengadilan pada 23 Januari.

Hakim Ketua Evangelos Thomas sempat menolak permintaan terdakwa untuk menyembunyikan identitasnya. Pembela segera mengajukan banding atas keputusan tersebut, sehingga terdakwa tak boleh diidentifikasi secara publik selama 20 hari. Namun, sejumlah media sudah mengungkapkan identitas terdakwa. (rds/ayp)