Brexit Kacau, Oposisi Berdebat Cara Lengserkan Theresa May

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 12:06 WIB
Brexit Kacau, Oposisi Berdebat Cara Lengserkan Theresa May Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menganggap kubunya tak perlu terburu-buru mengajukan mosi tidak percaya. (Reuters/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koalisi oposisi pemerintah Inggris terpecah dalam mencari cara terbaik melengserkan Perdana Menteri Theresa May menyusul negosiasi Brexit yang semakin kacau.

Oposisi utama pemerintah, Partai Buruh, menganggap kubunya tak perlu terburu-buru mengajukan mosi tidak percaya.

"Kami perlu melakukan hal tepat pada waktu yang tepat untuk mengajukan mosi tidak percaya demi menyingkirkan pemerintah saat ini," ucap pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn pada Selasa (11/12).
Namun, Partai Nasional Skotlandia (SNP) menginginkan oposisi mengajukan mosi tidak percaya sesegera mungkin.


Pemimpin SNP, Nicola Sturgeon, menyatakan pihaknya menginginkan pemerintah Inggris menggelar referendum kedua Brexit dengan harapan hasilnya berbeda dari pemungutan suara pertama pada 2016 lalu, di mana Inggris bisa tetap berada di Uni Eropa.

Corbyn sendiri mendukung pemungutan suara Brexit yang baru tetapi tak akan mengajukan mosi tidak percaya. Perbedaan pendapat ini membuat SNP frustrasi.

"Demi Tuhan, jika bukan sekarang, lantas kapan waktu yang tepat?" kata Sturgeon kepada BBC Radio seperti dikutip AFP.
Sementara itu, pemimpin parlemen dari SNP, Ian Blackford, berkeras mengatakan partainya akan tetap mengajukan mosi tidak percaya walau Partai Buruh terus mengulur waktu.

"Kami tidak dapat menunda. Jika Jeremy Corbyn tidak dapat mengemban tanggung jawab itu maka saya khawatir kami semua harus mengambil alih tanggung jawab tersebut," kata Blackford kepada wartawan.

"Kami akan berbicara dengan Corbyn sore ini. Saya pikir dia harus tetap melakukan itu pada akhirnya."
Meski kedua partai akhirnya sepakat mengajukan mosi tidak percaya, proses itu baru bisa berjalan dengan dukungan beberapa anggota partai berkuasa, Partai Konservatif, yang dipimpin May.

Sementara itu, koalisi pemerintah, Partai DUP, berjanji akan tetap mendukung May termasuk dalam kasus ini.

Hingga kini, belum jelas apakah upaya SNP untuk tetap mengajukan mosi tidak percaya cukup kuat menyingkirkan May dari pemerintahan.

Meski demikian, sejumlah pihak mengatakan bahwa mosi tidak percaya yang diajukan oposisi utama, dalam hal ini Partai Buruh, mungkin mendapatkan perlakuan istimewa dan lolos.

[Gambas:Video CNN]

Isu mosi tidak percaya kembali merebak setelah negosiasi Inggris dan Uni Eropa soal Brexit semakin kacau. Kepemimpinan May semakin ditekanan menyusul keputusannya menunda pemungutan suara Brexit di parlemen kemarin.

May menunda pemungutan tersebut lantaran proposal perjanjian dengan Uni Eropa terkait Brexit gagasannya kalah suara.

Selain itu, May mengatakan penundaan itu dilakukan lantaran ia tengah mencari "jaminan" dari pemimpin Eropa lainnya terkait proposal negosiasi Brexit gagasannya.

Selama ini, May ingin Inggris keluar dari Uni Eropa dengan cara halus, yaitu dengan tetap menjalin hubungan ekonomi sedekat mungkin.

Namun, oposisi menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa dengan cara keras, atau dengan memutus langsung semua hubungan. (rds/has)