Kim Jong-un Terpampang di Kemasan Masker Kecantikan Korsel

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 20:45 WIB
Kim Jong-un Terpampang di Kemasan Masker Kecantikan Korsel Sebuah perusahaan kosmetik asal Korea Selatan memajang wajah Kim Jong-un dalam kemasan salah satu produk masker kecantikannya. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah perusahaan kosmetik asal Korea Selatan memajang wajah pemimpin tertinggi Korea UtaraKim Jong-un, dalam kemasan salah satu produk masker kecantikannya.

Kemasan produk bermerek "unification moisture nuclear masks" atau "nuke masks" itu menampilkan wajah Kim Jong-un yang tengah tersenyum sambil mengenakan masker lembaran berwarna putih.

Tak hanya wajah pemimpin Korea Utara, slogan-slogan propaganda yang berbeda juga tertulis dalam masing-masing kemasan.


"Kulit lembab bagi seluruh perempuan Korea Selatan dan Korea Utara!" bunyi slogan pada salah satu kemasan seperti dikutip SkyNews pada Rabu (12/12).



Sementara itu, dikutip South China Morning Post, masker kecantikan itu dikeluarkan perusahaan kosmetik 5149 pada Juni lalu dan dibanderol seharga 4.000 won Korea atau Rp51 ribu per kemasan.

Hingga kini, masker pelembab itu dikabarkan telah terjual lebih dari 25 ribu kemasan.

Masker tersebut diklaim mengandung mineral pelembab dari Pegunungan Paektu, gunung merapi aktif di Korut, dekat perbatasan dengan China. Gunung itu dianggap sakral bagi warga Korut-Korsel dan menjadi salah satu tempat pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dan Kim Jong-un pada September lalu.
Alih-alih dipandang sebagai tirani dan diktator yang menakutkan, banyak warganet Korsel menganggap Kim Jong-un sebagai sosok imut. Perubahan citra Kim Jong-un ini terjadi menyusul perbaikan relasi Korut-Korsel sejak awal tahun ini.

Kim Jong-un juga diharapkan berkunjung ke Korsel untuk pertama kalinya sebelum tahun baru, meski belum diketahui waktu pasti lawatan tersebut.

"Ada kemungkinan kunjungan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un ke Seoul dapat berlangsung dalam tahun ini, tetapi ada hal-hal penting selain hanya persoalan waktu," ucap Moon.

"Apakah tahun ini atau tidak, itu tidak begitu penting. Yang terpenting adalah lawatan Pemimpin Tertinggi Korut ke Seoul pasti akan mempercepat proses denuklirisasi di Semenanjung Korea." (rds/has)