Pangkalan Rudal Korut Terdeteksi Satelit Masih Aktif

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 20:58 WIB
Pangkalan Rudal Korut Terdeteksi Satelit Masih Aktif Ilustrasi rudal Korea Utara. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Utara disebut mulai memperluas situs rudal jarak jauhnya, beberapa bulan setelah mereka menghentikan uji coba nuklir dan peluru kendalinya. Hal itu menyusul hubungan dengan Amerika Serikat yang terus membaik.

Klaim itu didasarkan oleh gambar-gambar citra satelit yang diterbitkan CNN pada Rabu (5/12).

Menurut CNN, Pyongyang terus meningkatkan aktivitasnya di situs rudal Yeongjeo-dong yang terletak di pedalaman pegunungan Korea Utara.


Dikutip AFP, para ahli mengatakan bahwa lokasi tersebut cocok untuk dijadikan situs pengembangan dan uji coba rudal jarak jauh terbaru Korut, termasuk misil yang memiliki hulu ledak nuklir.
Portal berita dan stasiun televisi itu bahkan melaporkan Korut tengah membangun fasilitas senjata lainnya yang sebelumnya tidak pernah teridentifikasi secara publik.

Merespons temuan ini, Kementerian Pertahanan AS mengatakan sangat waspada. Temuan ini muncul ketika Washington dan Pyongyang masih terus mempersiapkan rencana pertemuan kedua antara Presiden Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un.

Pada akhir pekan lalu, Trump berharap pertemuan keduanya dengan Kim Jong-un bisa berlangsung di awal tahun baru nanti.

Sejak KTT perdana AS-Korut pada 12 Juni lalu di Singapura, Trump terus dikritik karena dinilai gagal memastikan Kim Jong-un melucuti senjata nuklir sepenuhnya menyusul kemajuan yang minim terhadap proses denuklirisasi.

Berbeda dengan sekutunya, Korea Selatan, AS tetap mengedepankan tekanan dan sanksi terhadap Korut sampai negara terisolasi itu benar-benar melucuti senjata nuklir dan rudalnya hingga terverifikasi.
Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, mengatakan Trump juga menganggap pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un belum benar-benar memenuhi komitmen yang disepakatinya pada KTT (rds/ayp)