Najib dan Eks Bos 1MDB Didakwa Terkait Laporan Audit 1MDB

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 14:03 WIB
Najib dan Eks Bos 1MDB Didakwa Terkait Laporan Audit 1MDB Mantan PM Najib Razak dan eks bos 1MDB didakwa atas dugaan pemalsuan laporan audit lembaga investasi negara tersebut dalam sidang di Kuala Lumpur, Rabu (12/12). (Reuters/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Najib Razak dan eks bos 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), Arul Kanda Kandasamy, didakwa atas dugaan pemalsuan laporan audit lembaga investasi negara tersebut dalam persidangan di Kuala Lumpur hari ini, Rabu (12/12).

Najib diduga menggunakan posisinya sebagai perdana menteri untuk mendapatkan perlindungan dari sanksi sipil lantaran memerintahkan laporan audit akhir 1MDB dimanipulasi sebelum diberikan kepada Komite Akuntan Publik.

Mantan PM itu juga diduga melakukan pelanggaran tersebut di bekas kantornya dulu di Putrajaya antara 22 Februari dan 26 Februari 2016.
Pada November lalu, kepala auditor pemerintah mengatakan laporan audit 1MDB telah diubah sehingga tak sesuai dengan kondisi keuangan yang sebenarnya.


Beberapa paragraf dihapus dari laporan itu, salah satunya mengenai keikutsertaan pengusaha Low Taek Jho atau Jho Low dalam pertemuan dewan 1MDB.

Jho Low adalah tokoh yang disebut-sebut sebagai dalang di balik plot korupsi besar-besaran 1MDB.
Sementara itu, Arul dituduh membantu Najib memalsukan laporan audit tersebut.

Dalam persidangan, Najib mengaku tidak bersalah. Jika terbukti bersalah, Najib terancam dihukum 20 tahun penjara.

Dikutip AFP, Najib telah didakwa 39 tuntutan sejak lengser dar jabatannya pada Mei lalu. Sebagian besar dakwaan berkaitan dengan skandal korupsi 1MDB.

Namun, Najib selama ini membantah seluruh tuduhan korupsi yang menjeratnya itu.
Miliaran dolar dana 1MDB diduga diselewengkan untuk membeli barang mewah seperti yacht hingga karya seni mahal.

Tak hanya Najib dan Arul, sejumlah pejabat Malaysia yang diduga ikut terlibat skandal 1MDB juga ikut digiring ke pengadilan.

Skandal 1MDB ini disebut-sebut sebagai salah satu kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah Malaysia, yang juga menyeret nama Najib.

Keseluruhan kasus ini pertama kali menjadi perhatian publik setelah pada 2015, Wall Street Journal melaporkan aliran dana sebesar US$700 juta dari 1MDB ke rekening pribadi Najib. (rds/has)