Bunuh 78 Orang, Mantan Polisi Rusia Divonis Seumur Hidup

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 21:34 WIB
Bunuh 78 Orang, Mantan Polisi Rusia Divonis Seumur Hidup Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan polisi Rusia, Mikhail Popkov, kembali dijerat hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui pembunuhan 56 orang pada Senin (10/12).

Dengan pengakuan ini, Popkov secara keseluruhan sudah mengklaim pembunuhan terhadap 78 perempuan karena sebelumnya, ia menjalani hukuman atas kasus penghilangan 22 nyawa.

Popkov pertama kali ditangkap tahun 2012 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada Januari 2015. Ia ditangkap setelah hasil DNA pada mobil yang dipakai dalam kasus pembunuhan sesuai dengan identitas Popkov.
Pria berusia 53 tahun itu membunuh korban setelah menawarkan tumpangan di mobilnya pada larut malam. Korban terdiri dari perempuan berusia antara 16-40 tahun dan satu laki-laki sesama polisi. Setidaknya 10 korban diperkosa sebelum akhirnya dibunuh.


Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA Novosti, Popkov memulai aksi pembunuhan berantai setelah menemukan istrinya berselingkuh.

Pada akhir 1990-an, serangkaian kekerasan seksual dan pembunuhan mulai melanda wilayah sekitar kota Angarsk, dekat Irkutsk.
Aksi kekerasan ini ternyata dilakukan Popkov. Dalam tiga kasus yang tercatat, pembunuhan dilakukan ketika ia masih bertugas dengan mobil polisi.

Kebanyakan pembunuhan dilakukan dengan senjata kapak dan palu. Mayat korban kemudian dibuang ke hutan, pinggir jalan, dan pemakaman setempat setelah dimutilasi.

"Ia dengan sukarela menggambarkan aksi pembunuhan ini tanpa terpaksa, bahkan dengan penuh semangat," tutur Yevgeny Karchevsky, pemimpin investigasi kasus tersebut.

Ketika diinterogasi, Popkov mengaku aksi pembunuhannya tersebut sebagai tindak 'membersihkan' Angarsk dari perempuan-perempuan yang ia anggap tak bermoral.
Jaksa penuntut mengatakan di pengadilan bahwa Popkov memiliki kemampuan fenomenal dalam mengingat setiap detail kecil dari semua aksi pembunuhan, termasuk pakaian, tato hingga perhiasan korban.

Di Rusia, Popkov dikenal dengan julukan 'pembunuh papan catur' karena ia berharap dapat menaruh koin di 64 kotak dalam papan catur untuk setiap korban yang ia bunuh.

Terlepas dari serangkaian aksi pembunuhan kejam tersebut, Karchevsky menganggap Popkov sebagai pria waras dan berpendidikan tinggi.

Jaksa Penuntut Umum, Alexander Shkinev, mengatakan Popkov akan mengajukan banding dengan harapan mempertahankan upaya pensiun polisi sebesar 24 ribu rubel atau setara Rp 5,2 juta per bulan. (fey/has)