Keputusan ini tercapai setelah parlemen Filipina melakukan pemungutan suara terkait perpanjangan darurat militer ini dengan hasil 235-28 pada Rabu (12/12).
Presiden Rodrigo Duterte langsung mengapresiasi keputusan ini melalui surat yang dilayangkan kepada Kongres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duterte mendeklarasikan situasi darurat militer pada Mei 2017, ketika bentrokan pecah antara militer dan kelompok teror Maute.
"Saya jadi bertanya-tanya, apakah ini arti 'normal' yang baru?" kata Senator Franklin Drilon.
Seorang anggota dewan perwakilan, Edcel Lagman, juga mengatakan pemberontak ISIS di Mindanao sudah diberantas dan dikalahkan.
Sebelumnya, undang-undang darurat militer sempat diterapkan di Mindanao ketika era kekuasaan diktator kejam, Ferdinand Marcos, tahun 1970-an. (fey/has)