Israel Bunuh Warga Palestina Tersangka Penembakan Tepi Barat

CNN Indonesia | Kamis, 13/12/2018 10:27 WIB
Israel Bunuh Warga Palestina Tersangka Penembakan Tepi Barat Ilustrasi. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Militer Israel menembak mati Salah Omar Barghouti, warga Palestina tersangka penembakan di sebuah terminal bus dekat pemukiman Yahudi di Ofra, Tepi Barat, pada akhir pekan lalu.

Aparat Badan Keamanan Israel, Shin Bet, menyatakan bahwa pria 29 tahun itu sempat berupaya kabur dalam penggerebekan pada Rabu (12/12) sehingga aparat menembaknya hingga tewas.

Namun, Shin Bet tak menjelaskan lebih lanjut peran Barghouti dalam penembakan ini, sebagai pelaku atau yang membantu melakukan aksi.
Penembakan ini menjadi sorotan karena melukai enam warga Israel, termasuk seorang wanita hamil. Bayi dalam kandungan ibu tersebut kemudian dinyatakan meninggal.


Selain Barghouti, aparat juga dilaporkan menangkap sejumlah tersangka lain dalam penggerebekan tersebut.

Pernyataan Shin Bet muncul beberapa jam setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersumpah menemukan dan mengadili pelaku penembakan yang melukai warganya itu.
Netanyahu mengutarakan komentar tersebut tak lama setelah rumah sakit di Yerusalem, Shaare Zedek, mengumumkan bahwa bayi laki-laki yang dikandung wanita dalam insiden itu meninggal.

Sang ibu terpaksa melahirkannya prematur setelah terkena tembakan. Ketika penembakan terjadi, usia kandungan perempuan tersebut 30 minggu.

"Kami kehilangan bayi laki-laki yang baru lahir beberapa jam lalu, usianya empat hari," ucap Netanyahu.

"Kami akan menemukan para pembunuh, kami belum berhenti mencari. Kami akan menemukan mereka dan membawa mereka ke pengadilan."
Bayi tersebut dilaporkan dimakamkan di Bukit Zaitun Yerusalem, seberang Kota Tua. Sementara itu, sang ibu yang diketahui berusia 21 tahun dalam keadaan stabil.

"Bayi tersebut meninggal meski upaya medis telah dilakukan untuk menyelamatkannya," demikian pernyataan pihak rumah sakit.

Amerika Serikat turut berkomentar terkait insiden ini. Melalui utusannya untuk perdamaian Palestina-Israel, Jason Greenblatt, AS menganggap kematian bayi tersebut "benar-benar memilukan."

"Pikiran dan doa saya bersama keluarga bayi yang meninggal hari ini akibat serangan teror tercela pada hari Minggu pekan lalu," kicau Greenblatt melalui Twitter-nya seperti dikutip AFP.

"Ini adalah serangan Hamas yang dipuji sebagai 'heroik,'" kata Greenblatt.
Greenblatt menuduh Hamas, salah satu fraksi besar di Palestina, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu. Israel selama ini menuduh Hamas sebagai kelompok teroris yang kerap meluncurkan serangan terhadap negara serta warganya.

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, juga mendesak dunia untuk mengutuk 'aksi teror' ini.

"Dunia harus mengutuk teror ini dan tidak tinggal diam," ucap Danon dalam pernyataannya.

Hamas, yang selama ini mengontrol wilayah Jalur Gaza, memang menyambut baik penembakan tersebut. Melalui pernyataan, kelompok itu mengatakan penembakan akhir pekan lalu terbukti menggambarkan bahwa "perlawanan" terhadap Israel masih hidup di Tepi Barat. (rds/has)