Penembakan di Tepi Barat, Enam Warga Israel Terluka

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 16:12 WIB
Penembakan di Tepi Barat, Enam Warga Israel Terluka Ilustrasi. (Skitterphoto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Enam warga Israel dikabarkan terluka akibat insiden penembakan di sebuah terminal bus dekat pemukiman di Tepi Barat pada Minggu (9/12) malam.

Militer Israel menyatakan insiden itu terjadi di dekat pemukiman Israel di Ofra, utara Yerusalem.

"Tembakan yang berasal dari sebuah kendaraan milik warga Palestina diarahkan kepada sejumlah warga sipil Israel yang tengah berdiri di stasiun bus," demikian pernyataan militer melalui Twitter.
Militer menyatakan sejumlah personel di dekat tempat kejadian "merespons insiden itu dengan menembaki kendaraan yang pada akhirnya berhasil melarikan diri."


Dikutip AFP, militer menjelaskan bahwa aparat keamanan tengah melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara dan mencari sang pelaku.

Sementara itu, para korban terluka dikabarkan telah dibawa ke rumah sakit di Yerusalem.
Salah satu korban penembakan adalah perempuan berusia 30 tahun yang mengalami luka cukup serius.

Insiden ini merupakan serangan pertama di Tepi Barat sejak 26 November lalu, ketika seorang warga Palestina menabrak sekelompok tentara Israel. Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Pelaku penabrakan langsung ditembak mati oleh tentara Israel di lokasi kejadian.

Serangkaian insiden mematikan terus meningkat di perbatasan antara Palestina dan Israel, terutama di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir.

Gelombang penyerangan yang dilakukan warga Palestina terhadap orang Israel mulai merebak pada 2015 lalu. Serangan "lone wolf" itu kerap terjadi secara sporadis, terutama di wilayah perbatasan Israel-Palestina.
Israel menganggap serangan-serangan terhadap warganya itu sebagai "hasutan" dan terjadi akibat tak ada kemajuan dalam upaya perdamaian kedua negara.

Pada 15 November lalu, seorang pria Palestina menerobos masuk markas polisi Israel di perbatasan timur Yerusalem sambil memegang pisau. Insiden itu memicu perkelahian hingga melukai empat personel kepolisian.

Pada 22 Oktober lalu, seorang warga Palestina dilaporkan tewas ditembak militer Israel setelah menikam seorang personel di dekat kompleks Masjid Al Aqsa, Tepi Barat. Beberapa hari sebelumnya, dua insiden serupa juga terjadi di wilayah itu.

Sementara itu, pada September lalu, seorang remaja Palestina menikam warga Israel hingga tewas di gerbang menuju pemukiman Israel di Tepi Barat, dekat Yerusalem. (rds/has)