Kapal Pesiar Kasus 1MDB Dijual Rp1,8 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 23:21 WIB
Kapal Pesiar Kasus 1MDB Dijual Rp1,8 Triliun Kapal pesiar 'Equanimity' yang diduga hasil korupsi dana 1MDB. (REUTERS/Lai Seng Sin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia menjual kapal pesiar 'Equanimity' yang disita terkait skandal korupsi lembaga 1Malaysia Development Berhad (1MDB) seharga US$130 juta (sekitar Rp1,8 triliun). Kapal itu disita dari tersangka yang merupakan pakar keuangan, Low Taek Jho.

Harga tersebut dinyatakan oleh pengacara pemerintah Malaysia pada Jumat (14/12), seperti dikutip Reuters. Jho menggunakan dana hasil korupsi dari 1MDB untuk membeli kapal mewah seharga US$250 juta (sekitar Rp3,62 triliun) itu.

Jho diduga kuat adalah tokoh kunci dalam skandal 1MDB. Hingga kini, keberadaan Low masih belum diketahui dan terus diburu.
Kapal pesiar berbendera Cayman Islands ini memiliki interior berlapis marmer dan di beberapa bagian terdapat sepuhan emas. Di dalamnya terdapat fasilitas spa dan sauna, kolam renang dengan kedalaman 20 meter, bioskop, serta landasan helikopter.


Sebelum diserahkan kepada Malaysia, kapal tersebut sempat berlabuh di Tanjung Benoa, Bali, pada awal tahun ini. Kapal pesiar itu dibawa ke Bali dalam rangka tamasya, tetapi kemudian disita atas permintaan otoritas Amerika Serikat.

Indonesia menyerahkan kapal pesiar tersebut kepada Malaysia pada Agustus lalu. Penyelidikan pencucian uang dari MDB masih berjalan dilakukan oleh Malaysia dan Amerika Serikat. 

Hasil penyelidikan menguak kalau sebagian besar uang digunakan untuk membeli barang-barang mewah seperti kapal pesiar, jet pribadi, lukisan Picasso, perhiasan dan properti.
Dalam kasus tersebut, Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak dan eks bos 1MDB, Arul Kanda Kandasamy, didakwa atas dugaan pemalsuan laporan audit lembaga investasi negara pada Rabu lalu. (fey/ayp)