Ribuan Demonstran Rompi Kuning Kembali Turun ke Jalan

CNN Indonesia | Sabtu, 15/12/2018 21:38 WIB
Ribuan Demonstran Rompi Kuning Kembali Turun ke Jalan Demonstran menggunakan rompi kuning memenuhi jalan-jalan di kota besar di Prancis. (BORIS HORVAT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan pengunjuk rasa kembali turun ke jalan-jalan di sejumlah kota di Prancis pada hari Sabtu (15/12). Memasuki pekan kelima demonstrasi nasional sebagai protes terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

Di Paris, polisi digerakkan untuk menahan kemungkinan ledakan kekerasan. Namun, beberapa toko besar, seperti Galeries Lafayette masih buka untuk menyambut pembeli yang ingin menyiapkan Natal.

Dikutip dari Reuters, sumber polisi menyebut jumlah demonstran tersebut turun dibandingkan Sabtu pekan lalu. Gas air mata sempat ditembakkan ke kelompok kecil pengunjuk rasa dalam bentrokan singkat dengan polisi anti huru hara di dekat Champs-Elysees.


Di dekatnya, segelintir aktivis tanpa penutup dada dari kelompok pendukung feminis, Femen, menghadapi pasukan keamanan yang berjarak beberapa meter dari Istana Elysee, kediaman presiden.


Gerakan 'rompi kuning' dimulai pada pertengahan November yang melakukan aksi terhadap kenaikan pajak bahan bakar. Aksi tersebut kemudian dengan cepat berubah ebih luas terhadap kebijakan ekonomi Macron.

Protes yang dilakukan pada setiap akhir pekan secara berturut-turut di Paris telah menyebabkan vandalisme dan bentrokan kekerasan dengan pasukan keamanan.

Loic Bollay (44 tahun) berbaris di Champs-Elysees dengan rompi kuning, mengatakan aksi protes saat ini lebih tenang daripada di minggu-minggu sebelumnya tetapi protes itu akan terus berlangsung sampai keluhan para demonstran ditanggapi.

"Sejak serangan Strasbourg, itu lebih tenang, tapi aku pikir Sabtu depan dan Sabtu berikutnya, aksi akan kembali," jelas dia.
Gerakan 'rompi kuning' di Prancis. (REUTERS/Christian Hartmann)
Menteri Dalam Negeri Perancis mengatakan sekitar 69 ribu polisi bersiaga pada Sabtu (15/12), yang diperkuat di kota-kota Toulouse, Bordeaux dan Saint-Etienne.

Sumber polisi mengatakan kepada Reuters sekitar 16 ribu pengunjuk rasa telah dihitung di Perancis, kecuali Paris, pada 11.00 GMT, dibandingkan dengan 22 ribu pada saat yang sama pada 8 Desember lalu.

Pejabat kepolisian Paris menyebut sebanyak 85 orang telah ditangkap sekitar tengah hari, menurut seorang pejabat kepolisian Paris.

Pada hari Jumat (14/12), Presiden Macron menyerukan para demonstran di Prancis untuk tenang setelah hampir sebulan protes oleh gerakan 'rompi kuning'. Demonstrasi telah menyebabkan gangguan yang meluas.


"Prancis butuh ketenangan, ketertiban dan kembali ke normal," kata Macron, setelah pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussels.

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara itu pada hari Senin, Macron mengumumkan kenaikan gaji bagi para pekerja termiskin dan pemotongan pajak bagi pensiunan yang dimaksudkan untuk mengakhiri gerakan itu.

Pemerintah, serta beberapa serikat pekerja dan politisi oposisi menyerukan demonstran untuk tak turun ke jalan, setelah empat orang tewas dalam serangan senjata di pasar Natal di kota bersejarah Strasbourg. (Reuters/agi)