Di Tengah Teror, Rompi Kuning Kembali Gelar Aksi Besok

CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 17:07 WIB
Di Tengah Teror, Rompi Kuning Kembali Gelar Aksi Besok Ilustrasi demonstrasi rompi kuning. (BORIS HORVAT/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gerakan rompi kuning akan kembali melakukan aksi protes pada Sabtu (15/12) meski Prancis masih mencekam setelah teror penembakan di Pasar Natal di Strasbourg.

Kepolisian Prancis mengonfirmasi rencana aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Emmanuel Macron ini tetap dilakukan melalui sebuah pernyataan pada Jumat (14/12).

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan C-News, juru bicara pemerintah, Benjamin Griveaux, mengatakan pihaknya belum memutuskan untuk melarang aksi protes itu atau tidak.
Namun, Ryan DeStefano, wakil presiden kemanan untuk penyedia manajemen risiko perjalanan internasional, mengatakan bahwa aksi ini dapat mengganggu upaya aparat menangani teror.


"Jika protes tetap dilakukan, otoritas dapat terganggu dari penanganan serangan teroris baru-baru ini," tutur DeStefano, sebagaimana dikutip The Straits Times.

Laurent Berger, Sekretaris Jenderal Konfederasi Tenaga Kerja Prancis, pun menyerukan penghentian demonstrasi rompi kuning.
Beberapa anggota rompi kuning dikabarkan telah memutuskan untuk menghentikan protes mereka. Namun, sebagian besar pengunjuk rasa tetap berkeras akan menggelar aksi protes.

Gerakan kompi kuning juga mendapat dukungan dari kedua spektrum politik Prancis, baik partai kiri maupun kanan.

Jean-Luc Meloncon, pemimpin partai sayap kiri, Unbowed, mengatakan ia terkejut bahwa serangan teror dapat digunakan untuk menekan mereka yang ingin berdemonstrasi.
Pemimpin oposisi sayap kanan yang menjadi rival Macron dalam pemilu lalu juga mengatakan, "Rompi kuning tidak bertanggung jawab atas risiko teroris."

Prancis sendiri sedang dalam situasi kewaspadaan teror tertinggi menyusul aksi penembakan di pasar Natal Strasbourg yang diklaim oleh ISIS.

Media propaganda ISIS, Amaq, mengklaim bahwa pelaku penembakan, Cherif Chekatt, adalah salah satu anggota kelompok teror itu.

Sumber kepolisian mengatakan Chekatt ditembak dan dibunuh aparat di daerah Neudorf pada kamis malam setelah menjadi buronan selama dua hari.

[Gambas:Video CNN]

Di tengah situasi ini, Griveaux memastikan bahwa pasukan keamanan akan dikerahkan apa pun yang terjadi untuk menghindari aksi-aksi radikal seperti penjarahan dan penghancuran properti seperti aksi protes sebelumnya.

Pada awal bulan ini, gerakan rompi kuning menggelar aksi protes di Paris yang berujung kericuhan hebat. Sebanyak 378 orang ditangkap dengan lebih dari 100 orang terluka.

Menanggapi kerusuhan tersebut, Macron mengumumkan kenaikan upah minimum 100 euro (sekitar Rp1,6 juta) mulai tahun depan. Ia juga akan memotong pajak bagi pensiunan mulai Januari.

Gerakan rompi kuning mengaku senang dengan solusi yang diberikan presiden. Namun, solusi tersebut dirasa tak cukup untuk meredam aksi demonstrasi. (fey/has)