Waspada Rusuh di Kuil Hindu, Malaysia Kerahkan 400 Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 15:34 WIB
Waspada Rusuh di Kuil Hindu, Malaysia Kerahkan 400 Polisi Ilustrasi kepolisian Malaysia. (AFP Photo/Mohd Rasfan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Malaysia mengerahkan hampir 400 personel untuk menjaga satu kuil Hindu di Selangor di tengah kekhawatiran peningkatan ketegangan rasial dan agama setelah seorang petugas yang terluka akibat kerusuhan bulan lalu dinyatakan tewas.

"Kami memprioritaskan kuil itu, untuk menjaga kawasan selagi kami memantau situasi. Kami juga menambahkan jumlah personel kepolisian dan kami siap menjaga perdamaian," ujar Wakil Kepala Kepolisian Selangor, Abdul Rashid Wahab, seperti dikutip Channel NewsAsia, Selasa (18/12).

Peningkatan keamanan ini diumumkan di hari yang sama ketika jasad Muhammad Adib Mohd Khassim, personel kepolisian korban kerusuhan, diterbangkan ke kampung halamannya di Kedah. Sekitar 1.000 orang dilaporkan akan hadir di pemakamannya.
Komite Penghubung Perusahaan dan Pembangunan Kesehatan dan Keagamaan Daerah Pinggiran Malaysia, Ismail Saleh, mengatakan bahwa pemerintah akan menanggung seluruh biaya pemakaman tersebut.


"Persiapan upacara pemakaman sudah dilakukan oleh Departemen Pemadam Kebakaran. Pemerintah akan menangani masalah lainnya," ujar Ismail kepada keluarga Muhammad Adib.

Sebelumnya, Rashid mengatakan bahwa kematian Muhammad Adib ini akan dinyatakan sebagai kasus pembunuhan.
Dalam sebuah pernyataan Rashid menegaskan bahwa kematian ini akan diselidiki di bawah Hukum Pidana Pasar 302 tentang Pembunuhan, bukan Pasal 307 tentang Upaya Pembunuhan.

Muhammad Adib meninggal dunia setelah berjuang melawan luka yang ia ketika bertugas dalam tim cepat tanggap untuk mengamankan kuil Hindu tersebut saat terjadi kerusuhan pada 27 November.

Berdasarkan keterangan petugas, demonstran menarik Muhammad Adib dari dalam kendaraannya dan memukuli pria berusia 24 tahun tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan akibat sengketa lahan antara pihak pengembang, One City Development, dengan umat Hindu di kuil tersebut sejak 2007 lalu.
Pada Maret 2014, One City Development sudah mencapai kesepakatan di pengadilan untuk merelokasi kuil berusia satu abad itu ke satu daerah yang berjarak 3,5 kilometer dari Petaling Jaya.

One City Development sendiri sudah menawarkan donasi sebesar 1,5 juta ringgit atau setara Rp5,1 miliar untuk pembangunan kuil baru.

Tenggat waktu untuk relokasi itu jatuh pada Kamis pertengahan November, sepekan sebelum kerusuhan terjadi. Sebagian umat setuju direlokasi, tapi yang lainnya ingin memperjuangkan lahan tersebut.

Meski demikian, One Development City membantah tudingan bahwa mereka merancang penyerbuan ke kuil yang memicu kerusuhan itu.

"Tudingan bahwa One City merencanakan insiden itu adalah kebohongan. One City mengecam segala bentuk kekerasan yang dapat memicu tindakan biadab," demikian pernyataan One City. (has/has)