Enam Bayi Anjing Laut Tanpa Kepala Ditemukan di Selandia Baru

CNN Indonesia | Rabu, 19/12/2018 17:43 WIB
Enam Bayi Anjing Laut Tanpa Kepala Ditemukan di Selandia Baru Ilustrasi anjing laut. (stoppe/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bangkai enam bayi anjing laut ditemukan tanpa kepala oleh penjaga hutan di Scenery Nook dekat kota Pulau Selatan, Christchurch, di Selandia Baru pada Selasa (18/12).

Manajer departemen konservasi (DOC) di daerah tersebut, Andy Thompson, mengatakan bahwa hewan-hewan itu diduga dibunuh oleh manusia di tempat lain dan kemudian jasadnya dibuang di sana.

"Hiu tidak mungkin menggigit kepala enam anjing laut dan meninggalkan tubuhnya tidak tersentuh," ujar Andy Thompson sebagaimana dikutip AFP.
Motif pemburuan semacam ini diduga kuat semakin menjadi karena nelayan lokal beranggapan anjing laut adalah saingan bagi mereka.


"Antagonisme terhadap anjing laut sering disebabkan oleh keyakinan bahwa anjing laut memakan sejumlah besar spesies ikan yang bisa ditangkap nelayan dan dikonsumsi manusia," kata Thompson.

Namun menurut penelitan, 90 persen dari spesies yang dikonsumsi anjing laut adalah ikan lentera. Spesies itu umumnya tak dicari nelayan.

Thompson pun menganggap tindakan ini kejam dan tidak masuk akal, kemudian melaporkannya ke pihak berwajib pada Rabu (19/12).

"Karena sifat kejahatan sangat mengganggu, brutal dan kasar, maka ini telah dilaporkan ke polisi," tutur Thompson.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga mengatakan bahwa hewan-hewan yang dilindungi oleh undang-undang Selandia Baru itu diperkirakan masih berusia 11 bulan. Hingga kini, kepala mereka masih belum ditemukan.

Menanggapi kasus ini, DOC telah meminta informasi lebih lanjut mengenai pembunuhan tersebut.

Pada 2011 lalu, seorang remaja Pulau Selatan dipenjarakan selama dua tahun karena kasus serupa. Ia mengaku membunuh 25 anjing laut, termasuk yang baru lahir, dengan senjata palu. (fey/has)