Keputusan Trump Tarik Pasukan di Suriah Gemparkan Koalisi

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 10:47 WIB
Keputusan Trump Tarik Pasukan di Suriah Gemparkan Koalisi Keputusan dadakan Presiden AS Donald Trump yang akan menarik pasukan dari Suriah sangat mengejutkan banyak pihak, termasuk koalisi politik dan negara sekutu. (REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan mendadak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bakal menarik pasukan dari Suriah dikabarkan sangat mengejutkan banyak pihak di negara itu. Bahkan, panglima pasukan koalisi dipimpin AS juga tersentak karena tidak diberi tahu jauh-jauh hari.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/12), keputusan Trump soal keberadaan pasukan AS di Suriah kabarnya mengguncang pemerintahan. Bahkan kabarnya sejumlah staf ahli dan penasihat sudah membujuknya supaya mengurungkan niat itu jauh-jauh hari.
"Presiden (Trump) sempat bertanya, 'Apa yang kita lakukan di sana? Saya paham kita memerangi ISIS, tapi kan kita sudah menang. Terus mau apa lagi?' Presiden menang," kata sumber yang merupakan mantan orang dalam di Gedung Putih.

Menurut sumber itu, niat Trump untuk menarik pasukan AS di Suriah sebenarnya sudah tercetus sejak dua tahun lalu. Sejumlah penasihat mencoba mempengaruhi Trump supaya mempertahankan keberadaan pasukan AS di Suriah, dengan alasan mereka tidak berada di garis depan pertempuran antara pemberontak dan pasukan Suriah.


Pasukan AS selama ini disebut hanya ditugaskan memerangi ISIS dan melatih pasukan pemberontak Suriah, SDF.
Saat ini ada sekitar 2.000 pasukan AS ditempatkan di Suriah. Mayoritas pasukan AS itu ditempatkan di Suriah bagian utara. Ada juga sebagian kecil yang diplot di garnisun yang berada di Al-Tanaf, dekat perbatasan Yordania dan Irak.

Bahkan keputusan Trump ini membuat partainya, Partai Republik bingung. Mereka menumpahkan kekecewaan soal Trump langsung kepada Wakil Presiden Mike Pence.
Perang sipil di Suriah yang berlangsung sejak 2011 sudah menelan korban jiwa ratusan ribu orang. Sekitar 11 juta penduduk juga terpaksa mengungsi ke sejumlah negara di dunia. Bahkan karena situasi kekerasan membuat tempat itu menjadi lokasi yang cocok untuk menyemai benih radikalisme, hingga ISIS sempat bercokol di sana. Sejumlah negara sekutu juga belum memahami apa yang akan terjadi selanjutnya selepas AS menarik pasukan dari Suriah.

Tonton juga video: Trump Klaim Kalahkan ISIS, Tarik Pasukan di Suriah
[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)