Media lokal melaporkan Jaksa Negara Shay Nitzan disebut telah mengajukan rekomendasi untuk mendakwa Netanyahu, dalam perkara dugaan korupsi. Meski begitu, hingga kini belum jelas rincian usulan itu.
Dikutip AFP, Kamis (20/12), penegak hukum Israel disebut telah memiliki bukti cukup untuk menjerat orang nomor satu di Israel itu dalam salah satu korupsi yang melibatkan perusahaan telekomunikasi Israel, Bazeq Telecom.
Lihat juga:Lika-liku Skandal Korupsi Benjamin Netanyahu |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skandal korupsi telah menjerat Netanyahu sejak awal 2017 lalu. Sejauh ini Netanyahu telah diperiksa sebanyak sembilan kali atas dugaan korupsi dalam beberapa kasus berbeda.
Selain kasus dengan Bazeq, Netanyahu juga dituduh terlibat lobi dengan seorang pemilik surat kabar ternama Israel, Yedioth Ahronoth, terkait permintaan pemberitaan positif.
Kepolisian menyatakan keduanya juga bersekongkol untuk menekan pertumbuhan pesaing Yediot, surat kabar Hayom, melalui regulasi pemerintah dan cara lainnya.
Kepolisian juga telah tiga kali merekomendasikan menuntut Netanyahu karena mengklaim telah memiliki bukti kuat dia terlibat suap, penipuan, dan pelanggaran lainnya.
Hingga kini, Netanyahu tak kunjung ditetapkan juga sebagai tersangka. Keputusan penuntutan akhir penyelidikan perkara dugaan korupsi Netanyahu berada di tangan Jaksa Agung Avichai Mandelblit, mantan ajudannya yang kini berada di kubu oposisi pemerintah.
Meski telah diperiksa berulang kali, Netanyahu berkeras membantah seluruh tuduhan korupsi. Ia menganggap seluruh tudingan tersebut sebagai politik terhadap pemerintahannya. (rds/ayp)