Ledakan Pembangkit Listrik, Langit Malam New York Jadi Biru

CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 11:56 WIB
Ledakan Pembangkit Listrik, Langit Malam New York Jadi Biru Sebuah ledakan yang diduga berasal dari sebuah pembangkit listrik di Amerika Serikat membuat langit malam di New York pada Kamis (27/12) berubah menjadi biru. (Twitter/@Eat_Work_Run/FRANK NEW/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah ledakan yang diduga berasal dari sebuah pembangkit listrik di Amerika Serikat membuat langit malam di New York pada Kamis (27/12) berubah menjadi biru.

"Cahaya yang Anda lihat di seluruh kota tampaknya berasal dari ledakan sebuah trafo di pembangkit listrik Con Edison di Queens. Kebakaran telah terkendali, informasi lebih lanjut akan terus kami sampaikan setelah ada perkembangan," bunyi pernyataan Kepolisian New York (NYPD) melalui Twitter.

Juru bicara Con Edison, Bob McGee, menuturkan kepada CNN bahwa ledakan tersebut mengakibatkan kebakaran di sejumlah titik situs pembangkit karena "sepasang transformer tiba-tiba terputus" di persimpangan 20th Avenue dan 32nd Street di Astoria, Queens.




Tak hanya New York City, cahaya dari ledakan tersebut juga membuat langit malam Manhattan dan New Jersey berubah warna menjadi biru.

Tak lama setelah ledakan terjadi, otoritas pelabuhan New York dan New Jersey menutup Bandara La Guardia untuk inspeksi lebih lanjut, seperti disampaikan dalam pernyataan tertulis Lembaga Penerbangan Federal AS (FAA).

Juru bicara FAA, Greg Martin, mengatakan seluruh fasilitas mereka di Bandara La Guardia menggunakan tenaga listrik yang berasal dari generator sehingga ledakan tersebut tak mengganggu kontrol lalu lintas udara.

Meski begitu, seluruh terminal bandara terkena imbas karena mati listrik akibat ledakan pembangkit. FAA memutuskan melakukan ground-stop bandara hingga setidaknya pukul 10.30 waktu lokal. (rds/has)