Turki Tangkap Belasan Simpatisan ISIS, Dua Buronan Interpol

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 12:19 WIB
Turki Tangkap Belasan Simpatisan ISIS, Dua Buronan Interpol Pemerintah Turki menangkap 12 terduga kelompok teroris ISIS, termasuk dua perempuan asal Prancis yang merupakan buronan Interpol terkait terorisme. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Turki dilaporkan menangkap 12 terduga kelompok teroris ISIS, termasuk dua perempuan asal Prancis yang merupakan buronan Interpol terkait terorisme, pada Rabu (2/1).

Selain warga Prancis, sejumlah tersangka teroris itu juga berasal dari Suriah dan Aljazair. Belasan orang itu ditangkap dalam operasi kepolisian di barat laut Provinsi Bursa.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency pada Kamis (3/1) melaporkan Interpol menerbitkan Red Notices pada salah satu buronan asal Prancis itu, sementara seorang lainnya berstatus Blue Notices.
Anadolu menyatakan sejumlah tersangka itu pernah berada di Suriah dan bergabung dengan ISIS sebelum pindah ke Bursa. Sementara itu, beberapa terduga teroris lainnya diyakini pernah bertugas sebagai ajudan komandan ISIS.


Anadolu menyebut lima terduga teroris telah dikirim ke pusat deportasi.

Bursa merupakan provinsi terpadat keempat di Turki dengan populasi penduduk mencapai dua juta orang.

Operasi penangkapan terduga ISIS memang telah dilakukan Turki dalam beberapa pekan terakhir menyusul perayaan tahun baru.

Pada Rabu pagi, otoritas Turki juga lebih dulu menahan seorang pria dan wanita di Provinsi Kayseri. Keduanya diyakini memiliki hubungan dengan ISIS dan tengah merencanakan serangan teror.
Keduanya dikabarkan sempat tinggal di Perancis selama tiga bulan sebelum pulang ke Turki dan merencanakan teror.

Sementara itu, aparat Turki juga menahan enam warga asing di timur Provinsi Elazig karena diduga memiliki hubungan dengan ISIS. Empat dari enam warga asing tersebut juga telah dideportasi meski otoritas tak mengungkap kewarganegaraan mereka.

Operasi penangkapan ini dilakukan aparat sebagai upaya antisipasi Turki menghadapi risiko serangan teror yang sempat terjadi pada 2015-2016 lalu.

Aparat menyalahkan ISIS dan militan Kurdi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian teror yang terjadi di Turki selama ini.

Salah satu insiden teror mematikan terjadi di Turki pada malam tahun baru 2018, ketika sekelompok pria bersenjata menembak pengunjung kelab malam elite di Istanbul.
Insiden itu menewaskan 39 orang dan melukai puluhan lainnya. (rds/ayp)