Tim Eksekusi Terekam CCTV Saat Angkut Jasad Khashoggi

CNN Indonesia | Selasa, 01/01/2019 01:00 WIB
Tim Eksekusi Terekam CCTV Saat Angkut Jasad Khashoggi Stasiun televisi Turki merilis rekaman CCTV memperlihatkan sekelompok pria membawa sejumlah benda, yang diduga terlibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. (Middle East Monitor/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stasiun televisi Turki, A-Haber, merilis rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan sekelompok pria membawa sejumlah kantong dan tas, yang diduga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi. Khashoggi merupakan wartawan pengkritik Raja Salman yang dihabisi di dalam konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Sejumlah cuplikan rekaman CCTV memperlihatkan tiga pria membawa lima koper dan dua tas besar ke dalam rumah dinas Konsul Jenderal Saudi di Istanbul.

Tempat tinggal itu berjarak sangat dekat dengan kantor konsulat Saudi.



Mengutip sumber anonim Turki, A-Haber meyakini kantong-kantong dan tas itu berisikan jasad Khashoggi yang sudah dimutilasi.

Meski sempat membantah, Saudi akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam konsulatnya. Namun, mereka menegaskan kerajaan tak terlibat dalam konspirasi pembunuhan koresponden The Washington Post tersebut.

Saudi menganggap pembunuhan Khashoggi dilakukan oleh pejabat mereka di luar kewenangan. Hingga kini, Saudi telah menahan 21 terduga pelaku pembunuhan Khashoggi.

Pembunuhan Khashoggi masih menjadi teka-teki bagi Turki. Kepolisian belum bisa memastikan keberadaan jasad wartawan itu, yang konon dimusnahkan menggunakan cairan asam oleh tim pembunuh.

Turki menuding pembunuhan Khashoggi didalangi oleh pejabat tinggi Saudi. Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA) bahkan menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

Saudi menolak permintaan Turki untuk mengekstradisi para tersangka. Ankara pun menuturkan akan membawa investigasi kasus Khashoggi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah negara lainnya. (rds/ayp)