"Kami tidak akan membangun tembok. Tembok itu bentuk tidak bermoral di antara negara. Itu cara pikir yang ketinggalan zaman, dan itu teidak efektif," kata Nancy selepas dilantik, seperti dilansir AFP.
Seperti dikutip CNN, Jumat (4/1), Pelosi berhasil mengungguli pesaingnya, Kevin McCarthy dari Partai Republik dengan meraih 220 suara. McCarthy pun menjadi pemimpin minoritas di dewan perwakilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politikus senior itu berharap seluruh anggota dewan bersatu, tetapi dia bersikap realistis karena rival politik mereka, Partai Republik tidak akan mudah diajak bekerja sama di masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hal ini menyebabkan Partai Demokrat semakin di atas angin dalam dewan perwakilan AS. Pelosi pun bakal kerap berurusan dan bertatap muka dengan Trump.
Masalah itu adalah soal penutupan sebagian pemerintahan AS yang kini sudah memasuki pekan kedua. Hal itu akibat fraksi Demokrat yang menjadi mayoritas menolak menyetujui anggaran pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko sebesar US$5 miliar (sekitar Rp71,68 triliun) yang diajukan Trump.
Terkait sikap saling ngotot dengan Trump, Pelosi menyatakan dewan tetap tidak akan meloloskan permintaan itu. Namun, dia menyatakan akan menyetujui paket kebijakan untuk membuka sebagian kegiatan pemerintah AS.
Pelosi menyatakan agenda prioritas fraksi Partai Demokrat di dewan adalah soal perubahan iklim dan kesejahteraan rakyat AS.
Lihat juga:Penutupan Pemerintahan AS Dimulai |