Ketua Baru Dewan Perwakilan AS Tolak Anggaran Tembok Trump

CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 09:02 WIB
Ketua Baru Dewan Perwakilan AS Tolak Anggaran Tembok Trump Ilustrasi Gedung Kongres Amerika Serikat.(REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Fraksi Partai Demokrat Amerika Serikat, Nancy Pelosi dipilih menjadi Ketua Dewan Perwakilan pada Kamis (3/1) kemarin. Dia menyatakan tetap tidak akan meloloskan permintaan Presiden Donald Trump yang mengajukan miliaran dolar untuk pembangunan tembok perbatasan, yang dikhawatirkan memperpanjang perseteruan.

"Kami tidak akan membangun tembok. Tembok itu bentuk tidak bermoral di antara negara. Itu cara pikir yang ketinggalan zaman, dan itu teidak efektif," kata Nancy selepas dilantik, seperti dilansir AFP.

Seperti dikutip CNN, Jumat (4/1), Pelosi berhasil mengungguli pesaingnya, Kevin McCarthy dari Partai Republik dengan meraih 220 suara. McCarthy pun menjadi pemimpin minoritas di dewan perwakilan.


Ini adalah masa jabatan kedua Pelosi menjadi ketua dewan perwakilan. Dia menjadi perempuan pertama yang memegang posisi itu pada 2007 sampai 2011.
"Kita memasuki Kongres yang baru dengan penuh harapan dan keyakinan akan masa depan serta tetap rendah hati. Bangsa ini sedang menapaki peristiwa bersejarah. Dua bulan lalu, rakyat Amerika Serikat menyatakan pendapat dan berharap permulaan yang baru," kata Nancy.

Politikus senior itu berharap seluruh anggota dewan bersatu, tetapi dia bersikap realistis karena rival politik mereka, Partai Republik tidak akan mudah diajak bekerja sama di masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Hal ini menyebabkan Partai Demokrat semakin di atas angin dalam dewan perwakilan AS. Pelosi pun bakal kerap berurusan dan bertatap muka dengan Trump.
Keberhasilan Pelosi juga semakin menguatkan tekad Partai Demokrat untuk menggelar evaluasi terhadap pemerintahan Trump, yang dianggap melenceng. Namun, Pelosi juga mempunyai pekerjaan rumah yang harus segera dicari jalan keluarnya.

Masalah itu adalah soal penutupan sebagian pemerintahan AS yang kini sudah memasuki pekan kedua. Hal itu akibat fraksi Demokrat yang menjadi mayoritas menolak menyetujui anggaran pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko sebesar US$5 miliar (sekitar Rp71,68 triliun) yang diajukan Trump.

Terkait sikap saling ngotot dengan Trump, Pelosi menyatakan dewan tetap tidak akan meloloskan permintaan itu. Namun, dia menyatakan akan menyetujui paket kebijakan untuk membuka sebagian kegiatan pemerintah AS.

Pelosi menyatakan agenda prioritas fraksi Partai Demokrat di dewan adalah soal perubahan iklim dan kesejahteraan rakyat AS.
"Kami ingin membahas masalah soal ketimpangan pendapatan, yang menjadi masalah dan membuat bagi sebagian besar rakyat AS tidak percaya diri. Kita juga harus menghadapi ancaman di masa kini: perubahan iklim," ujar Pelosi. (ayp/ayp)