Beredar Video Sandera WNI Menangis, Kemlu Upayakan Pembebasan

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 13:13 WIB
Beredar Video Sandera WNI Menangis, Kemlu Upayakan Pembebasan Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya membebaskan tiga WNI yang disekap kelompok Abu Sayyaf di Filipina setelah video satu sandera menangis minta tolong beredar. (CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri menyatakan akan terus mengupayakan pembebasan tiga warga negara Indonesia yang masih berada dalam sekapan kelompok Abu Sayyaf di Filipina setelah video satu sandera WNI menangis minta tolong beredar.

"Pemerintah terus melakukan upaya-upaya pembebasan terhadap 3 WNI yang saat ini masih disandera di Filipina Selatan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki di Indonesia maupun di Filipina," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, Sabtu (5/1).

Melanjutkan pernyataannya, Iqbal berkata, "Dalam proses tersebut, keselamatan sandera selalu menjadi perhatian utama."
Ia mengatakan bahwa pria dalam video tersebut adalah nelayan WNI yang diculik saat melaut di Pulau Gaya, Semporna, Malaysia, pada 11 September lalu.


"WNI dalam video diculik bersama WNI lainnya atas nama Usman Yunus yang sudah lebih dahulu membebaskan diri pada Desember 2018," tutur Iqbal.

Iqbal tak menjabarkan lebih lanjut mengenai identitas WNI tersebut. Namun, The Star melaporkan bahwa pria tersebut teridentifikasi bernama Samsul Sangunim.
Dalam video tersebut, Samsul terlihat sedang berteriak dari dalam liang tanah dengan dua pria bersenjata menodongkan senjata di belakangnya.

"Tolong saya, bos. Tolong saya. Tolong saya, bos," kata Samsul sambil merintih.

The Star memberitakan bahwa kebanyakan negosiasi diyakini dilakukan langsung antara Abu Sayyaf dan perusahaan pemilik kapal.
Sejumlah media Filipina melaporkan bahwa Abu Sayyaf menuntut tebusan sebesar 4 juta peso Filipina atau setara Rp2,9 miliar.

Menurut Iqbal, sejak penyanderaan WNI pertama kali terjadi tahun 2016, penyebaran video semacam ini sudah beberapa kali dilakukan oleh penyandera.

Merujuk pada data Kemlu RI, ada 36 WNI disandera di Filipina Selatan sejak 2016 hingga November 2018, 33 di antaranya sudah bebas. (has/has)