Trump Ancam Tutup Pemerintahan AS Hingga Hitungan Tahun

CNN Indonesia | Sabtu, 05/01/2019 14:30 WIB
Trump Ancam Tutup Pemerintahan AS Hingga Hitungan Tahun Donald Trump mengancam melanjutkan penutupan pemerintahan hingga hitungan tahun jika ajuan anggaran untuk tembok di sepanjang perbatasan Meksiko tak dipenuhi. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengancam akan melanjutkan penutupan pemerintahan hingga hitungan tahun jika permintaan anggarannya untuk pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko tak dipenuhi.

Ancaman ini dilontarkan Trump saat membicarakan masalah penutupan pemerintahan dengan sejumlah pejabat Partai Demokrat selaku mayoritas Senat di Gedung Putih pada Jumat (4/1).

"[Trump] mengatakan bahwa dia akan tetap menutup pemerintahan sampai periode yang lama, bulanan atau bahkan tahunan," ujar pemimpin Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, sebagaimana dikutip CNN.
Ketika ditanya soal kebenaran ucapannya tersebut, Trump menjawab, "Tentu saya mengatakan itu. Saya pikir itu tidak akan terjadi, tapi saya siap."


Dua pejabat anonim mengatakan bahwa dalam rapat tersebut, Trump bahkan sempat mengancam akan menutup pemerintahan hingga "pemilu selanjutnya" dan menolak negosiasi mengenai tuntutan dana US$5,6 miliar untuk pembangunan tembok yang ia ajukan.

Menurut Trump, tembok itu sangat penting untuk melindungi negara dari gelombang imigran ilegal dan potensi terorisme.
Sementara itu, Demokrat berkeras bahwa pembicaraan mengenai anggaran pembangunan tembok ini hanya bisa dilakukan setelah pemerintahan dibuka kembali.

Di tengah kebuntuan ini, Trump memastikan bahwa para pejabat akan kembali menggelar rapat pada Sabtu (5/1) ini.

Trump akan mengirimkan satu kelompok berisi orang-orang kepercayaannya untuk menghadiri rapat itu, termasuk Wakil Presiden Mike Pence, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, dan penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner.
Penutupan pemerintahan AS sendiri dapat terjadi jika parlemen tak menyepakati rancangan anggaran tahunan. Dalam situasi seperti ini, kantor-kantor penting dalam pemerintahan tak dapat beroperasi.

Dengan demikian, sekitar 800 ribu pegawai federal tak mendapatkan upah sejak pemerintahan tutup tiga pekan lalu. Sejumlah pegawai sudah mengeluh tak dapat membayar semua tagihan tanpa gaji mereka.

Ketika ditanya mengenai nasib para pegawai federal itu, Trump hanya berkata, "Hal yang penting sekarang adalah perbatasan yang aman karena dengan demikian kita akan aman. Saya yakin mereka setuju dengan apa yang kami lakukan." (has/has)