Eks Diplomat Korut Ajak Kolega Membelot ke Korsel

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 00:16 WIB
Eks Diplomat Korut Ajak Kolega Membelot ke Korsel Ilustrasi Korut. (REUTERS/Danish Siddiqui)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang mantan diplomat Korea Utara yang membelot ke Korea Selatan pada Sabtu mendesak seorang kolega lama yang menghilang di Italia untuk juga pergi ke Seoul, setelah satu laporan bahwa ia mencari suaka di Amerika Serikat.

Jo Song Gil, 44 tahun, yang bertindak sebagai penjabat duta besar Korea Utara untuk Italia, menghilang bersama dengan istrinya setelah meninggalkan kedutaan tanpa pemberitahuan awal November, kata para anggota parlemen Korea Selatan pada Kamis


Dikutip dari Reuters, Jo telah mencari suaka di AS dan ia di bawah perlindungan intelijen. dikutip dari surat kabar Italia, La Republica pada Jumat, mengutip sumber diplomatik yang tak disebutkan jati dirinya.


Dalam sepucuk surat terbuka, Thae Yong Ho, mantan wakil dubes Korea Utara untuk Inggris, yang mengatakan ia kuliah di universitas yang sama dan bekerja dengan Jo sebelum membelot ke Korea Selatan tahun 2016, mendesak Jo untuk mengikuti langkah-langkahnya.

Untuk membelot ke Korea Selatan merupakan

"Kewajiban, bukan pilihan" bagi para diplomat Korea Utara yang berkomitmen kepada penyatuan, kata Thae, dengan menyebut Seoul "pos terdepan" untuk tugas tersebut.

"Jika Anda datang ke Korea Selatan, hari ketika kolega-kolega kita dan warga Korea Utara yang menderita dibebaskan dari belenggu akan berlanjut," kata Thae dalam surat yang disiarkan di lamannya.

"Jika Anda datang ke Seoul, bahkan lebih banyak lagi kolega kita yang ikut, dan unifikasi dengan sendirinya akan tercapai." Thae dan keluarganya mengunjungi Jo di Roma tahun 2008, ketika Jo belajar pada tahun 2006 hingga 2009. Dia memandu mereka ke tempat-tempat seperti St. Peter's Basilica di Vatican City.

Korea Selatan bukan "surga di dunia" tetapi satu tempat dimana Jo dapat mewujudkan keinginan-keinginannya, ujar Thae, menyoroti keinginan kuat bagi unifikasi di antara banyak dari sekitar 32.000 pembelot di sana.

"Para pembelot mungkin tidak sekaya orang-orang Korea Selatan," kata Thae. "Tapi bukankah Anda dan saya, diplomat Korea Utara, seharusnya lakukan di sisa hidup - membawa unifikasi dan menyerahkan bangsa bersatu kepada anak-anak kita?"

(Reuters/kid)