Kim Jong-un Disebut Kunjungi Ibu Kota Korsel Akhir Tahun Ini

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 16:26 WIB
Kim Jong-un Disebut Kunjungi Ibu Kota Korsel Akhir Tahun Ini Rencana lawatan Kim Jong-un ini muncul setelah Presiden Korsel Moon Jae-in menyampaikan undangan saat keduanya bertemu di Pyongyang dalam Konferensi Tingkat Tinggi inter-Korea (Pyeongyang Press Corps/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, disebut akan mengunjungi ibu kota Korea Selatan, Seoul, untuk pertama kalinya pada akhir tahun ini.

Rencana lawatan Kim tersebut muncul setelah Presiden Korsel Moon Jae-in menyampaikan undangan saat keduanya bertemu di Pyongyang dalam Konferensi Tingkat Tinggi inter-Korea pada Selasa (18/9) sampai Kamis (20/9).

"Pemimpin Tinggi Kim Jong-un menerima undangan Presiden Moon untuk mengunjungi Seoul dalam waktu dekat," ucap Duta Besar Korsel untuk Indonesia, Kim Chang-beom di Jakarta, Jumat (21/9).


"Sampai saat ini memang belum ada jadwal pasti, tapi menurut interpretasi Presiden Moon, (lawatan Kim Jong-un) akan berlangsung akhir tahun ini."
Perjalanan Kim ke Seoul akan menjadi kunjungan Pemimpin Korut pertama sejak kedua Korea terpisah akibat perang yang berlangsung pada 1950-1953.

Relasi kedua pemimpin Korea semakin dekat setelah Moon dan Kim bertemu pertama kalinya pada April lalu.

Pertemuan Moon dan Kim saat itu juga menjadi pembuka jalan bagi perbaikan relasi antara Amerika Serikat dan Korut hingga akhirnya dapat menggelar pertemuan puncak pada 12 Juni lalu di Singapura.
Selain mempererat hubungan kedua Korea, Kim Chang-beom menganggap KTT inter-Korea yang ketiga ini bisa menjadi landasan kemajuan proses perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea yang telah disepakati antara Korut dan AS.

Walaupun Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un sepakat memulai proses denuklirisasi di Semenanjung Korea, kedua pemimpin negara memiliki perbedaan pendapat mengenai cara dan waktu perlucutan senjata pemusnah massal milik Korut tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah pihak juga menganggap tidak ada kemajuan berarti soal denuklirisasi yang dihasilkan dari KTT AS-Korut Juni lalu.

"Jadi masih ada waktu sekitar beberapa bulan lagi (sebelum pergantian tahun) di mana kita akan lihat banyak peristiwa dramatis yang terjadi di Semenanjung Korea," kata Kim Chang-beom.

Kim Chang-beom juga tak menutup kemungkinan bahwa pertemuan puncak inter-Korea kemarin bisa kembali menjadi pembuka jalan digelarnya pertemuan kedua antara Kim Jong-un dan Trump. (rds/has)