Alat peledak itu merupakan satu dari dua barang mencurigakan dalam tas yang ditemukan di atap bangunan dekat gereja, seperti yang dikutip dari pihak kepolisian dan media setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi banyak terlihat di setiap sudut kawasan di Mesir, terutama rumah ibadah, menjelang Tahun Baru dan Natal Koptik yang dirayakan pada 7 Januari.
Pemeluk Koptik, yang merupakan 10 persen dari populasi di Mesir, telah lama mengeluhkan sering mengalami diskriminasi.
Pihak berwenang telah menempatkan penjaga bersenjata di luar gereja dan biara dalam upaya melindungi mereka dari serangan teroris.
Sebelumnya ramai diberitakan pada November, teroris membunuh tujuh orang yang kembali dari membaptis seorang anak di sebuah biara Koptik sekitar 260 km di atas Sungai Nil dari Kairo.
(ard)