Israel Tangkap Remaja yang Bunuh Perempuan Palestina

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 19:41 WIB
Israel Tangkap Remaja yang Bunuh Perempuan Palestina Ilustrasi tersangka. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Israel menyatakan telah menangkap sekelompok remaja setempat yang diduga membunuh seorang perempuan Palestina, Aisha Rabi, pada 12 Oktober 2018 lalu. Muda-mudi tersebut diduga melempar batu ke arah mobil yang ditumpangi Rabi dan suaminya.

Ibu dari sembilan anak itu tewas karena luka di kepala meski telah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit di Kota Nablus. Sementara itu, sang suami yang mengendarai mobil berhasil selamat dengan luka ringan.

Badan Keamanan Dalam Negeri Israel, Shin Bet, memaparkan penangkapan itu terjadi pada 30 Desember 2018 lalu, dua bulan setelah Rabi tewas.
"Para tersangka ini ditahan atas pelanggaran terorisme serius, termasuk pembunuhan," demikian keterangan Shin Bet melalui pernyataan seperti dikutip AFP, Senin (7/1).


Pelemparan batu itu terjadi di dekat pemukiman ilegal Yahudi di Rechalim, yang terletak dekat dengan tempat tinggal Rabi di Desa Bidiya, sebelah utara Tepi Barat.

Saksi mata dan parat keamanan memaparkan batu-batu itu dilempar oleh penduduk Israel di wilayah itu.

Dikutip AFP, Shin Bet tak mengungkap jumlah berikut usia para tersangka yang ditangkap. Namun, mereka menyatakan para tersangka merupakan anggota seminari Yahudi di Rechalim.
Penangkapan remaja tersebut mengundang protes dari warga Israel. Para orang tua tersangka bersama kuasa hukum mereka memprotes penahanan yang dilakukan aparat Negeri Zionis.

Mereka mengklaim aparat Israel menahan para remaja itu di lokasi yang dirahasiakan. Para remaja itu juga diklaim tak mendapat akses untuk didampingi pengacara.

Kasus penangkapan warga Israel, atau yang biasa dirujuk media setempat sebagai upaya penyelidikan aparat terhadap kasus terorisme Yahudi, merupakan isu yang sensitif di negara Timur Tengah itu.
Ratusan warga Israel bahkan menggelar demonstrasi di luar kediaman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada akhir pekan lalu, sebagai bentuk protes atas penahanan remaja-remaja Yahudi tersebut. (rds/ayp)