Taliban dan AS Besok Gelar Perundingan Damai di Qatar

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 17:36 WIB
Taliban dan AS Besok Gelar Perundingan Damai di Qatar Ilustrasi militan Taliban di Afghanistan, (REUTERS/Parwiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan kelompok bersenjata Taliban dan Amerika Serikat akan mulai melakukan perundingan damai selama dua hari, pada Rabu (9/1), di Qatar. Petinggi kelompok bersenjata itu mengatakan pertemuan tersebut tidak akan melibatkan pemerintah Afghanistan.

"Setelah konsultasi bersama, kami akan bertemu perwakilan AS di Doha hari Rabu. Pertemuan akan berlanjut selama dua hari, Rabu dan Kamis," tutur seorang petinggi Taliban yang tak mau diidentifikasi, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/1).

Petinggi Taliban lain juga mengonfirmasi hal serupa, dan mengatakan tidak ada negara lain yang terlibat dalam perundingan tersebut.
Sebelumnya perundingan damai rencananya akan digelar di Arab Saudi pada bulan ini. Namun, kelmpok militan Taliban menolak hadir.


Para petinggi kelompok bersenjata itu meminta mengalihkan lokasi perundingan ke Qatar, untuk menghindari tekanan Saudi yang ingin melibatkan pemerintah Afghanistan.

Perundingan damai ini akan menjadi yang keempat dengan tujuan mengakhiri perang yang sudah berkecamuk selama 17 tahun di Afghanistan. Yang akan berhadapan dalam negosiasi adalah para pemimpin Taliban dan utusan khusus AS, Zalmay Khalilzad.

Agendanya untuk membahas penarikan pasukan asing dan kemungkinan gencatan senjata di 2019.
Para petinggi Pakistan dan Iran mengaku masih berusaha membujuk Taliban untuk menemui pihak Afghanistan.

Taliban menganggap AS sebagai musuh utama dalam perang Afghanistan. Mereka ingin melakukan pertemuan langsung dengan AS untuk bernegosiasi soal penarikan pasukan asing terlebih dahulu, sebelum berunding dengan pemerintah Afghanistan.

Perang di Afghanistan merupakan intervensi militer luar negeri terpanjang bagi AS. Mereka telah menghabiskan hampir US$1 triliun (sekitar Rp14 ribu triliun) dan menewaskan puluhan ribu orang.

Meskipun sebagian besar pasukan AS di Afghanistan sudah ditarik kembali sejak 2014 lalu, masih ada sekiar 14 ribu tentara yang menjalan misi di sana.
Beberapa waktu lalu, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menyatakan telah diperintah untuk segera memulangkan prajurit yang ditugaskan di Afghanistan. Namun, dikabarkan mereka hanya akan menarik setengah dari jumlah keseluruhan tentara yang ditugaskan. (fey/ayp)