Malaysia Usut Dugaan Keterlibatan China di Skandal 1MDB

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 22:40 WIB
Malaysia Usut Dugaan Keterlibatan China di Skandal 1MDB Ilustrasi logo lembaga 1MDB di Malaysia. (REUTERS/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Malaysia menyatakan tengah mengusut klaim yang menyebut China mencoba membantu mantan Perdana Menteri Najib Razak, untuk menghentikan penyelidikan kasus skandal korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan bantuan itu ditawarkan oleh sejumlah pejabat Negeri Tirai Bambu.

Menurut laporan, pejabat China juga disebut menawarkan bantuan kepada Najib untuk membujuk negara-negara lain menghentikan penyelidikan 1MDB dengan menggunakan pengaruh.

Klaim itu didapat The Wall Street Journal mengutip hasil pertemuan antara pejabat China dan Malaysia pada 2016 lalu.


Kepada media lokal, Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan dia tak bisa membenarkan klaim The Wall Street Journal. Namun, dia berjanji akan menyelidiki dugaan tersebut.
"Jika ada sesuatu yang secara eksplisit menjelaskan hal ini secara jelas, hitam dan putih, kami akan melanjutkan penyelidikan kasus ini," ucap Lim seperti dikutip AFP pada Selasa (8/1).

Uang hasil penggelapan dari 1MDB selama ini dicurigai dipindahkan melalui jaringan transaksi yang rumit ke seluruh dunia. Negara asing seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga Swiss tengah menyelidiki penyalahgunaan dana pemerintah ini.

Dalam laporannya, The Wall Street Journal menyebut China juga menawarkan Malaysia bantuan untuk mengawasi rumah dan kantor salah satu reporter surat kabat itu yang tengah menyelidiki kasus 1MDB. Hal itu dilakukan China guna mencari tahu siapa yang membocorkan informasi kepada The Wall Street Journal terkait penggelapan uang 1MDB.

Dikutip AFP, sebagai imbalan atas bantuan China, Najib disebut menjanjikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur seperti kereta api dan jalur pipa kepada Negeri Tirai Bambu. Hal itu dilakukan Malaysia sebagai bentuk dukungan terhadap program kerja sama ekonomi China yang dikenal sebagai One Belt One Road.

One Belt One Road merupakan inisiatif Presiden Xi Jinping terkait skema kerja sama ekonomi kawasan yang berfokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Afrika.
Beberapa bulan setelah pertemuan pejabat kedua negara, Malaysia disebut meneken kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung sokongan dana dari bank Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, pemerintah China tidak menanggapi permintaan komentar The Wall Street Journal terkait laporan ini. Namun, sebelumnya mereka telah membantah kucuran modal pembangunan infrastrukturnya digunakan sebagai dana talangan 1MDB. (rds/ayp)