Anwar Ibrahim Ungkap Pertemuan dengan Prabowo di Kuala Lumpur

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 22:19 WIB
Anwar Ibrahim Ungkap Pertemuan dengan Prabowo di Kuala Lumpur Anggota parlemen Malaysia yang juga dikenal sebagai tokoh reformasi di negeri jiran, Anwar Ibrahim, mengungkap sesi pertemuan dirinya dengan Prabowo Subianto di Kuala Lumpur. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang juga anggota parlemen Daerah Pemilihan Port Dickson Anwar Ibrahim bertemu dengan calon Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto di Kuala Lumpur, Minggu (6/1).

Pertemuan tersebut diungkap tokoh reformasi Malaysia tersebut melalui akun twitter-nya @anwaribrahim.

"Dalam perjalanan Jen @prabowo ke luar negara, beliau singgah untuk bersilaturrahim di KL," tulisnya.



Sementara itu, dikutip dari Antara, Ketua Dewan Pengurus Luar Negeri (DPLN) Partai Gerindra Malaysia Darsil Abdul Muis ketika dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui tentang pertemuan tersebut.



Pada 2018 lalu Anwar Ibrahim dan Prabowo Subianto telah melakukan dua kali pertemuan.


Pertemuan terakhir pada 2018 terjadi pada 13 November 2018. Serupa pada pertemuan hari ini, pertemuan pada November lalu pun diumbar Anwar pada akun media sosialnya. Anwar pun menyematkan atribusi kepada Prabowo sebagai sahabat lamanya.

Kala itu, kepada CNNIndonesia.com, salah satu asisten Anwar, Farhash, menuturkan pertemuan yang terjadi di kantor atasannya itu berlangsung informal.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden RI Nomor Urut 02 Sandiaga Uno kala itu menerangkan pertemuan antara Prabowo dan Anwar lebih banyak bertukar pikiran terutama soal peningkatan di sektor perekonomian.

Sandi bahkan menyatakan dalam pertemuan tersebut Anwar dan Prabowo telah membahas soal peluang kerja sama antar Indonesia - Malaysia yang dapat meningkatkan investasi perdagangan.

"Membahas isu-isu terkini tentang kebangsaan tentang ekonomi paling utama bagaimana kedua negara ini bisa bekerja sama dan meningkatkan investasi dan perdagangan membuka lapangan kerja khususnya di Indonesia," kata Sandiaga.

(kid/kid)