China Bantah Tuduhan Melobi Najib Razak Tutupi Skandal 1MDB

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 16:28 WIB
China Bantah Tuduhan Melobi Najib Razak Tutupi Skandal 1MDB Ilustrasi logo lembaga investasi 1MDB. (REUTERS/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China bereaksi selepas laporan surat kabar The Wall Street Journal. Mereka menyangkal sempat melobi pemerintah Malaysia untuk membantu menghentikan penyelidikan skandal korupsi lembaga investasi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), dan menyiapkan dana talangan dengan imbalan proyek.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar China di Ibu Kota Kuala Lumpur, mereka menyatakan tidak menetapkan syarat-syarat yang berbau politik saat bekerja sama dengan negara lain. Mereka menyatakan laporan itu tidak berdasar.

"China selalu menaati prinsip-prinsip kerja sama dengan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Kami tidak terima dengan tuduhan yang tanpa dasar," demikian pernyataan Kedutaan Besar China di Malaysia, seperti dilansir Reuters, Rabu (9/1).


The Wall Street Journal melaporkan 'bantuan' itu ditawarkan oleh sejumlah pejabat Negeri Tirai Bambu pada 2016. Menurut laporan, pejabat China juga disebut melobi mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak untuk membujuk negara-negara lain menghentikan penyelidikan 1MDB dengan menggunakan pengaruh politik mereka.
Sebagai imbalan atas bantuan China, Najib disebut menjanjikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur seperti kereta api dan jalur pipa kepada Negeri Tirai Bambu.

Melalui akun media sosial Facebook, Najib menyangkal China pernah menawarkan dana talangan untuk 1MDB. Dia malah pasang badan dengan menyatakan nilai proyek infrastruktur yang dimenangkan China sudah sesuai.

Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan dia tak bisa membenarkan klaim The Wall Street Journal. Namun, dia berjanji akan menyelidiki dugaan tersebut.

"Jika ada sesuatu yang secara eksplisit menjelaskan hal ini secara jelas, hitam dan putih, kami akan melanjutkan penyelidikan kasus ini," ucap Lim kemarin.

The Wall Street Journal menyebut China juga menawarkan Malaysia bantuan untuk mengawasi rumah dan kantor salah satu reporter surat kabat itu yang tengah menyelidiki kasus 1MDB. Hal itu dilakukan China guna mencari tahu siapa yang membocorkan informasi kepada The Wall Street Journal terkait penggelapan uang 1MDB.
Beberapa bulan setelah pertemuan pejabat kedua negara, Malaysia disebut meneken kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung sokongan dana dari bank Negeri Tirai Bambu.

Pemerintah PM Mahathir Mohamad menuduh Najib menggelembungkan nilai kontrak proyek infrastruktur yang dimenangkan oleh China. Kini mereka menangguhkan pencairan anggaran proyek sebesar US$20 miliar (sekitar Rp282,6 triliun) karena dalam proses evaluasi.

Uang hasil penggelapan dari 1MDB selama ini dicurigai dipindahkan melalui jaringan transaksi yang rumit ke seluruh dunia. Negara asing seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga Swiss tengah menyelidiki penyalahgunaan dana pemerintah ini.

Pemerintah AS memperkirakan uang 1MDB yang digelapkan oleh para petinggi melalui rekanan mereka mencapai US$4,5 miliar (sekitar Rp63,6 triliun).

Sebagian uang 1MDB diduga mengalir ke kantong Najib dan sang istri, Rosmah Mansor. Karena faktor kasus itu pula dia kalah dalam pemilihan umum.
Setelah tersingkir dari tampuk kekuasaan, Najib beserta istri dan anak-anaknya menjadi subyek penyidikan skandal 1MDB. Dia dan istrinya dijerat dengan dakwaan korupsi dan pencucian uang. (ayp/ayp)